Tim BKPRD Segera Keluarkan Rekomendasi Izin Pengepul Limbah Tambang

Giri Menang (Suara NTB) – Tim Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Lombok Barat (Lobar) turun ke lokasi limbah tambang di wilayah Dusun Kelep Desa Taman Sari Kecamatan Sekotong. Tim ini turun untuk menindaklanjuti adanya pengajuan izin pengepul limbah tambang B3 dari PT Putera Kedaro Sejati. Hasil turun ke lokasi ini menjadi bahan bagi BKPRD untuk menerbitkan rekomendasi sebagai pertimbangan menerbitkan izin.

Kepala Seksi Fisik dan Prasarana Bappeda Lobar, Arief NH turun bersama sejumlah staf, Jumat, 14 Oktober 2016 siang. Tim ini langsung memeriksa sejumlah fasilitas yang sudah terbangun di lokasi milik PT. Putera Kedaro Sejati, seperti mixer, screen table dan alat untuk pencucian lumpur sisa pengolahan tambang.

Iklan

Tim Sekretariat BKPRD ini pun mempertanyakan luas lahan yang diajukan untuk pengajuan izin. Selain itu, beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi oleh pemohon izin.

Menurut Arif, tim BKPRD dari Bappeda yang turun ke lokasi bertujuan untuk mengecek lokasi langsung. Pihaknya perlu mengecek lokasi baik dari sisi kemiringan,  rumah penduduk ada atau tidak, sumber air, dan sungai di lokasi usaha. “Kami turun menindaklanjuti permintaan izin dari pihak PT Putera Kedaro Sejati, dalam hal permohonan pengumpulan limbah B3. Atas dasar ini BKPRD terbitkan rekomendasi,” jelasnya.

Menurutnya, hasil turun ini menjadi dasar mengeluarkan rekomendasi oleh BKPRD. Rekomendasi ini jelasnya, menjadi dasar penerbitan izin pengepul B3 limbah tambang. Baginya, luas lahan yang dimohonkan sekitar 2 hektar dari luar lahan 4 hektar. Dari hasil pengecekan ini, jelasnya, pihaknya perlu melihat aturan tata ruang dan kajian teknis. Barulah, jelasnya, pihaknya bisa menyimpulkan apakah rekomendasi bisa keluar atau tidak. Sejauh ini, tambahnya, persyaratan kajian sudah perlu dipenuhi baik kajian BLH, perizinan dan pertambangan.

Terkait proses pengiriman limbah ini, jelasnya, harus ada izin pengangkutan limbah B3. Izin ini berbeda dengan izin pengepul. Pengiriman ini, jelasnya, nanti masalah teknis diatur oleh pihak pengepul dengan perusahaan yang mengantongi izin. Ia menambahkan, adanya pengajuan izin ini disambut baik, sebab ini sebagai itikad baik, masyarakat khususnya perusahaan untuk mengurangi dampak limbah tambang di wilayah Sekotong.

Sementara itu, pekerja PT Putra Kedaro Sejati, Jumrah menyatakan lahan yang dimohonkan untuk pengajuan izin pengepul seluas 2 hektar dari luas lahan 4 hektar. Izin yang diajukan untuk pengepul seluas 2 hektar. Menurutnya, pengajuan izin ini seharusnya disambut baik oleh pemda, sebab kegiatan usaha ini untuk pencucian limbah bukan proses pengolahan limbah.

Sementara itu, Ketua Forum Peduli Lingkungan Hidup (FPLB) Lobar, H Junaidi menegaskan, pihaknya mendukung penuh upaya untuk pengurangan limbah B3 tambang di wilayah Sekotong. Menurutnya, dampak mercuri dari limbah ini sangatlah berbahaya jika dibiarkan dalam waktu lama. “Kami mendukung ini, karena ini itikad baik pemuda asal Sekotong untuk mengurangi limbah tambang,” jelasnya. (her)