Tim Ahli Konstruksi Cek Fisik Dermaga Gili Air

Direktur Reskrimsus Polda NTB, Syamsuddin Baharudin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Penyidikan dugaan korupsi proyek dermaga Gili Air tahun 2017 berlanjut ke pengecekan fisik bangunan. Ahli konstruksi menguji kesesuaian spesifikasi dengan perencanaan. Hasilnya dibawa ke auditor untuk penghitungan kerugian negara.

Direktur Reskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsuddin Baharudin menjelaskan, penyidik meminta tim ahli konstruksi untuk memperkuat pembuktian. “Untuk kasus Gili Air sudah cek fisik. Penyidik sama tim ahli,” ujarnya dikonfirmasi akhir pekan lalu.

Iklan

Dia menambahkan bahwa cek fisik adalah salah satu rangkaian penyidikan kasus yang mulai ditangani tahun 2018 lalu itu. Selanjutnya, hasil cek fisik dikoordinasikan dengan auditor.

“Audit belum (selesai). Nunggu ini (cek fisik) dulu. Tapi permintaan audit sudah kita minta. Langsung hitung kerugian negara,” sebut Syamsuddin.

Tim ahli konstruksi, sambung dia, sudah selesai menguji bangunan fisik proyek senilai Rp6,28 miliar tersebut. Dalam kasus itu, penyidik menemukan indikasi korupsi diduga berupa penyimpangan volume dan spesifikasi pekerjaan proyek di Desa Gili Indah, Pemenang, Lombok Utara tersebut.

Syamsuddin mengatakan, pihaknya masih akan memanggil saksi untuk melengkapi penyidikan. Salah satunya untuk menentukan pihak yang mempertanggungjawabkan secara pidana.

“Belum ada penetapan tersangka. Selesaikan pemeriksaan saksi-saksi dulu,” tandasnya.

Pejabat pada Dishublutkan Lombok Utara dimintai keterangan, menyusul pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek, Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (Pokja ULP) KLU, panitia penerima hasil pekerjaan, serta pihak rekanan.

Proyek pembangunan dermaga apung Gili Air bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017. Total pagu yang dianggarkan mencapai Rp 6,6 miliar. Proyek lalu dikerjakan dengan nilai kontrak Rp 6,28 miliar. (why)