Tiga Warga Karang Jangkong Diduga Lakukan Provokasi

Mataram (suarantb.com) – Penangkapan tiga warga Karang Jangkong Mataram akibat dugaan melanggar Undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berbuntut pada aksi solidaritas di depan Mapolda, Senin,  5 September 2016.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Darsono Setyo Adjie kepada suarantb.com membenarkan penahanan terhadap ketiga warga tersebut. Menurutnya, hal tersebut dilakukan karena ketiganya  diduga melakukan provokasi serta pengancaman melalui media sosial facebook.

Iklan

“Keempat orang tersebut diduga membuat kalimat berbau provokasi sekaligus pengancaman melalui facebook. Keempatnya berinisial LP, KN, GI, dan SP. Dari empat orang tersebut, yang sudah kita lakukan penangkapan penahanan sebanyak tiga orang, yakni LP, KN, dan GI. Itu setelah kita lakukan proses pemanggilan. Sementara penangkapan dan penahanan karena memiliki bukti yang cukup,” ujar Darsono di ruang kerjanya, Senin, 5 September 2016.

Kendati demikian, Darsono tetap menyatakan permintaan penangguhan penahanan terhadap ketiganya akan dilaporkan ke pimpinan. Hal tersebut dikarenakan permintaan penangguhan penahanan merupakan hak tersangka.

“Penangguhan penahanan menjadi hak tersangka. Memang sudah diajukan, seterusnya kita dari penyidik akan membuat saran dan pendapat terkait penangguhan ini, kemudian kita ajukan ke pimpinan. Nanti ada bentuk putusan berkaitan diterima maupun tidaknya penangguhan penahanan tersebut,” jelasnya.

Ketiga warga yang ditahan tersebut diduga melanggar pasal 28 ayat (2) dan pasal 23 ayat (3) undang-undang nomor 11 tahun 2008 tentang ITE. Sementara terkait dugaan pelanggaran undang-undang ITE yang dilakukan tiga warga tersebut, menurut Darsono memiliki keterkaitan dengan pendirian hotel Aston di Mataram. Kendati demikian pihak Kepolisian khususnya Ditreskrimsus Polda NTB melihat dari pelanggaran undang-undang ITE.

“Kalau kita melihat dari tindak pidana yang dilaporkan memang pendirian hotel menjadi salah satu alasan. Namun kita bukan melihat hal itu, melainkan kalimat atau posting di facebook yang mengandung provokasi pada sekitar Mei lalu,” ungkapnya. (szr)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional