Tiga Terduga Perampokan di Narmada Masih Buron

Tersangka pencurian motor, UM berdiri di dekat motor hasil curiannya, Kamis, 12 Maret 2020. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) –Dua dari lima pelaku pencurian di Badrain, Narmada, Lombok Barat sudah ditangkap. Tiga orang sisanya masih buron. Mereka menyasar korbannya dengan berbekal parang. Para pelaku ini dikenal nekat. Satu pelaku paling terkini ditangkap adalah AP (35), warga Bilebante, Pringgarata, Lombok Tengah.

Tersangka RG sudah ditangkap lebih dulu. Tiga pelaku lain, KH, MU, dan ID masih belum dicoret dari daftar pencarian orang (DPO). “Mereka bersama-sama mengatur strategi. Ada yang membawa parang, cungkit, dan linggis,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Kamis, 12 Maret 2020.

Iklan

Para pelaku ini berjalan kaki dari Bilebante menuju rumah korban di Badrain. Tanpa basa-basi, komplotan ini mendobrak gerbang rumah. Sampai di halaman, jendela rumah dicongkel.

Korbannya tidak berani keluar karena mengetahui para pelaku ini bersenjata tajam. Kawanan ini lalu mengambil uang tunai Rp1 juta, laptop, tiga ponsel, dan pulang berboncengan dengan motor curian.

“Hasil curian itu dijual kemudian hasilnya dibagi rata. Semua perannya mereka ini sama,” sebut Artanto.

Bukti yang disita dari sisa yang belum dijual yakni satu ponsel dan satu laptop. Sementara buronan dari kasus pencurian motor di Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram sudah ditangkap Selasa lalu. Tersangka UB alias UM (26) warga setempat baru bisa ditangkap setelah sejak dari September 2019 lalu buron.

UB beraksi bersama DD diduga mencuri motor Honda Beat DR 4600 CH di Lingkungan Karang Bagu, Karang Taliwang, Cakranegara, Mataram, 22 September 2019. Mereka menggunakan kunci T untuk merusak rumah kunci sepeda motor.

Tiga hari berselang, DD batal menjual motor hasil curian karena sudah dipergoki. DD ditangkap polisi. UM berhasil kabur.

“UM ini berperan memantau motor yang akan dijadikan sasaran pencurian,” ungkap Artanto. UM yang melawan saat hendak ditangkap terpaksa ditembak di bagian kakinya. UM menyusul rekannya, DD ke ruang tahanan Polda NTB. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional