Tiga Terduga Pengedar Narkoba Ditangkap di Gili Terawangan

Mataram (suarantb.com) – Tiga pelaku yang diduga melakukan pengedaran narkoba, ditangkap Subdit III Direktorat Narkoba Polda NTB, Selasa, 4 Oktober 2016. Ketiga pelaku berinisial MS (30) asal Bertais, Kacamatan Cakranegara, SH (35) asal Masbagik, Lombok Timur. Dan seorang perempuan berinisial M (24) merupakan pemilik salah satu kos-kosan di Gili Terawangan, KLU.

Menurut keterangan disampaikan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda NTB, AKBP A.A Gede Agung, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka MS di Secret Garden Hotel, Gili Terawangan. Dari hasil pengembangan, ditemukan dua pelaku lainnya.

Iklan

“MS yang merupakan pemandu wisata ditangkap di Secret Garden Hotel. Ditemukan sebanyak 30 butir ekstasi berwarna biru dengan logo R, yang dikenal dengan nama Rocket,” ungkap Agung di Mapolda NTB, Jumat, 7 Oktober 206.

Dari hasil interogasi dan pengembangan terhadap tersangka MS, ditemukan pelaku SH yang saat itu berada pada kos-kosan milik M. “Pelaku SH diketahui memiliki 49 butir ekstasi dengan jenis yang sama, dan disimpan dalam kotak double mint untuk mengelabui petugas. Ditemukan juga uang tunai berjumlah Rp 800 ribu dan sebuah dompet,” jelasnya.

Sementara seorang perempuan berinisial M, diketahui membawa 4,07 gram sabu, uang Rp 8.240.000, satu buah HP, dan klip plastik. Menurut Agung, para tersangka mendapatkan narkoba tersebut dari seorang pelaku berinisial A dari Jakarta.

“Keterangan tersangka, hanya berkomunikasi dengan A yang ada di Jakarta melalui telepon. Sistem pendistribusian melalui perantara,” bebernya.

Narkoba tersebut diduga akan dijual pada wisatawan yang berada di Gili Terawangan. Harga jual yang ditawarkan pelaku pun beragam. “MS membeli ekstasi harganya Rp 300 ribu, kemudian dia jual Rp 325 ribu per butir. Tersangka SH membeli Rp 200 ribu, kemudian dijual Rp 350 ribu. Sementara perempuan berinisial M menurut pengakuannya untuk konsumsi sendiri,” tuturnya.

Pelaku mengaku baru melakukan transaksi jual beli narkoba sebanyak tiga kali. Namun polisi tidak lantas mengamininya begitu saja. Polisi hingga saat ini terus memburu jaringan lainnya berinisial A, yang saat ini berada di Jakarta.

Hingga saat ini polisi telah melakukan uji lab terhadap ekstasi tersebut. Sementara dari hasil tes urine, ketiganya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Ketiga tersangka dijerat pasal 114 jo 112 jo 127 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Pasal 114 indikasi pengedar, itu ancamannya 20 tahun. Pasal 112 menyimpan atau mengusai, ancaman 12 tahun. Pasal 127 terkait pengguna, karena urinenya positif menggunakan. Mungkin akan rehab. Tapi ancamannya maksimal 4 tahun. Namun, kita temukan uang sebagai indikasi hasil transaksi. (szr)