Tiga Tahun ZUL-ROHMI Membuka Wilayah, Merajut Masa Depan

Desa Tepal dan Batu Rotok adalah dua desa di Kabupaten Sumbawa yang sulit terjangkau karena buruknya infrastruktur jalan ke sana. Terletak di dataran tinggi perbukitan Batu Lanteh, Kedua desa ini terkenal sebagai desa penghasil kopi utama di NTB. Selain itu, keindahan alamnya yang terjaga dan pesona budayanya yang memikat memberi nilai tambah tersendiri. Pekat dan Batu Rotok dapat disebut sebagai desa berpotensi yang lama terisolasi.

Desa semacam Tepal dan Batu Rotok cukup banyak di NTB. Terutama di Pulau Sumbawa yang medannya memang jauh lebih sulit dari Pulau Lombok. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB terus berupaya keras memastikan kawasan-kawasan yang sulit terjangkau tersebut dapat secara bertahap dibuka.

Iklan

“Kami memulai dengan mengelar konsultasi publik ke Tepal dan Batu Rotok sejak pertengahan tahun silam. Akhirnya kami bersama-sama warga sepakat untuk membuka ruas jalan Batu Dulang -Tepal dan Tepal-batu Rotok,” ujarRidwanSyahKepalaDinas PUPR NTB.

Dukungan pemerintah Provinsi NTB untuk membuka isolasi Tepal dan Batu Rotok dimulai sejak 2020 dengan merintis pembangunan jalan sepanjang dua kilometer pada 2020 dan sepanjang lima kilometer pada 2021. Sejakawal 2012, Dinas PUPR, secara aktif melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk membangun2,6 kilometer jalan dan unit jembatan pada ruas jalan Batu Dulang-Tepal melalui dana APBN 2021-2022. Diharapkan dapat dilanjutkan dengan penuntasan koridor Tepal-Batu Rotok sepanjang sembilan kilometer pada tahun anggaran 2022-2023.

 

 

 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional