Tiga Perusahaan Mulai Kirim Lobster dari Bandara

Ilustrasi benih lobster. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pengiriman benih lobster mulai dilakukan oleh perusahaan-perusahaan pemegang izin. Setelah Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP) No 12 Tahun 2020 membolehkan penangkapan dan ekspor benih bening lobster (BBL).

Angkasa Pura I, sebagai pemegang otoritas penuh pengelolaan bandara mencatat sudah ada tiga perusahaan yang menerbangkan benih lobster tujuan Jakarta.

Iklan

“Akhir pekan kemarin mulai dilakukan pengiriman. Menggunakan ekspedisi udara. Saya ndak ingat pasti detail jumlah yang sudah dikirim,” kata General Manajer PT. Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport, Nugroho Jati.

Kepada Suara NTB, Senin, 13 Juli 2020 kemarin. Jati membenarkan bandara Lombok adalah salah satu bandara yang menjadi pintu melalulintaskan benih lobster ke luar negeri. Hanya saja saat ini, ekspor boleh dilakukan dari Bandara Cengkareng, di Jakarta.

“Kita masih menunggu ketentuan dari PermenKP No 12 Tahun 2020. Didalamnya termasuk aturan Kementerian Keuangan terkait besaran PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” jelas Jati.

Sementara menunggu regulasi dari pusat terkait ekspor langsung benih lobster, saat ini hanya maskapai Air Asia yang melayani penerbangan internasional, Lombok-Kuala Lumpur (Malaysia). Lombok-Australia, dan Lombok-Singapura sementara ini belum melayani kembali. Sehingga ekspor langsung masih dari Bandara Cengkareng, Jakarta.

Permen KP No.12 Tahun 2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.) dan Rajungan (Portunus spp.) Di Wilayah Negara Republik Indonesia. Dalam Permen ini salah satunya mengatur tentang Lobster Konsumsi dan BBL adalah masa transisi dari sebelumnya Permen KP No. 56 Tahun 2016, yang mengatur budidaya dan ekspor lobster distop.

Sebagai otoritas, menurut Jati, bandara hanya melaksanakan fungsinya memfasilitasi terlaksananya lalu lintas udara. Tentu, apapun yang terkait di dalamnya, Bandara sudah sangat siap. Khusus untuk pengiriman benih lobster melalui jalur udara, jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak ada persoalan kata Jati.

“Ketentuannya kan jelas, yang boleh melalulintaskan lobter itu perusahaan-perusahaan yang sudah mendapatkan izin. Kalau sudah itu terpenuhi, kami dan tim, termasuk Karantina Ikan sudah siap 24 jam,” katanya.

Karantina Ikan Mataram bertugas memberikan sertifikasi Health Certificate (HC) sebagai salah satu persyaratan lalu lintas BBL baik domestik maupun ekspor jika stake holder/pengguna jasa sudah mendapatkan Surat Keterangan Asal Benih (SKAB) yang dikeluarkan oleh Dinas Kabupaten/Kota setempat sesuai dengan isi permen KP 12 Tahun 2020.

Seperti diketahui, Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Mataram telah memverifikasi 20 perusahaan yang akan melalulintaskan BBL. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional