Tiga Pemda Ajukan Perpanjangan Pembangunan RTG

Zainal Abidin (Suara NTB/nas)

PEMBANGUNAN Rumah Tahan Gempa (RTG) tahap II di NTB tidak bisa tuntas 100 persen sampai 30 April lalu. Sehingga, tiga Pemda mengajukan perpanjangan pembangunan RTG, yaitu Lombok Utara, Lombok Barat dan Sumbawa.

Di sisi yang lain, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan deadline selama dua bulan kepada tujuh Pemda terdampak gempa untuk menuntaskan laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana RTG. LPJ penggunaan dana RTG harus tuntas paling lambat Juni mendatang.

Iklan

‘’Jadi, ada KLU, Lombok Barat, dan Sumbawa yang meminta perpanjangan waktu penyelesaian RTG. Ada yang meminta perpanjangan sebulan, empat bulan. Kita lagi komunikasikan dengan pusat,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, Ir. Zainal Abidin, M. Si., di Mataram, Selasa, 4 Mei 2021.

Zainal mengungkapkan, ketiga daerah sudah bersurat ke BNPB. Jumlah RTG yang dibangun pada tahap II sebanyak sebanyak 17.314 unit. Sampai akhir April lalu, kata Zainal, sudah terbangun 10.000 unit.

Zainal mengungkapkan BNPB meminta agar Pemda segera menyelesaikan persoalan administrasi atau LPJ penggunaan dana RTG selama dua bulan.  “Artinya RTG yang fisiknya sudah 100 persen sekarang, penyelesaian administrasi sampai bulan Juni,” katanya.

Meskipun tenggat waktu pembangunan RTG sudah berakhir 30 April lalu. Namun, kata Zainal, anggaran untuk pembangunan RTG sudah berada di rekening masyarakat. “Nanti kita lihat kebijakan pusat. Anggarannya sudah berada di masyarakat,” tandasnya.

Jumlah RTG yang dibangun untuk tahap II sebanyak 17.314 unit dengan anggaran sebesar Rp557,365 miliar. Dengan rincian, rusak berat 8.556 unit, rusak sedang 2.799 unit dan rusak ringan 5.959 unit. Untuk rumah rusak berat membutuhkan anggaran Rp427,8 miliar, rusak sedang Rp69,975 miliar dan rusak ringan Rp59,59 miliar. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional