Tiga Pasangan Bukan Pasutri Terjaring Razia Kos-kosan di Kota Bima

Kota Bima (Suara NTB) – Tiga pasangan yang bukan pasangan suami istri (Pasutri) dan puluhan warga yang tidak memiliki KTP, terjaring dalam operasi di sejumlah kos-kosan di Kota Bima, Sabtu (10/2) malam sekitar pukul 21.00 wita.

Operasi kos-kosan tersebut dilakukan oleh aparat gabungan Polres Bima Kota dengan jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bima, dalam rangka cipta kondisi (cipkon) menjelang Pilkada Kota Bima 2018.

Iklan

Tiga bukan pasutri tersebut yang terjaring itu antara lain, Hrt (24 tahun) dengan Hrn (56 tahun). USR, (26 tahun) dengan SY,(24 tahun), salah seorang Bidan warga Desa Desa Banggo Kecamatan Manggelewa Kabupaten Dompu. Serta AR, (30 tahun) dengan MR, (29 tahun).

“Selain pasangan bukan suami istri juga diamankan 10 warga yang tidak memiliki KTP,” kata Kabag Ops Polres Bima Kota, Kompol Kasman Husain.

Diakuinya, tiga pasangan tersebut terjaring di kos-kosan yang berada di Kelurahan Santi, Dara dan Kelurahan Sadia. Selain itu, di tempat yang sama juga diamankan puluhan warga yang tidak memiliki KTP. “Di tempat yang sama juga disita belasan botol miras jenis bir,” katanya.

Diakuinya barang bukti (BB) miras, tiga bukan pasutri dan puluhan warga yang tidak memiliki KTP yang terjaring tersebut diserahkan ke pihak Sat Pol PP Kota Bima untuk diproses lebih lanjut.

“Penanganannya akan disesuaikan dengan Perda. Makanya kita serahkan ke Pol PP,” katanya.
Kasman menambahkan, operasi tersebut sebagai upaya menciptakan pilkada yg kondusif. Dengan saranan peredaran narkoba, miras dan penghuni kos yang tidak memiliki identitas kependudukan (KTP.red).

“Operasi ini akan terus dilakukan untuk menciptakan suasana pilkada Kota Bima yang kondusif,” pungkasnya. (uki)