Tiga Nakes Covid-19, Puskesmas Brang Ene Hanya Buka Layanan Rawat Jalan

Tuwuh. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Layanan Puskesmas Brang Ene akan dibuka terbatas. Fasilitas kesehatan ini hanya akan melayani rawat jalan pasca 3 orang tenaga kesehatannya (Nakes) dinyatakan positif Covid-19 pada, Kamis malam, 8 Oktober.

“Untuk sementara pelayanan di Puskesmas Brang Ene hanya buka layanan rawat jalan saja,” terang kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KSB, H. Tuwuh kepada Suara NTB, Jumat, 9 Oktober 2020.

Iklan

Ia menjelaskan, saat ini seluruh petugas Nakes di Puskesmas Brang Ene telah diarahkan menjalani karantina mandiri. Dan untuk menjalankan operasional Puskesmas, Dinkes KSB menerjunkan pertugas dari kecamatan Taliwang dan RSUD Asy Syifa. “Jadi Nakes yang bertugas di Puskesmas Brang Ene semuanya perbantuan untuk sementara,” timpalnya.

H. Tuwuh menuturkan, ketiga Nakes yang dinyatakan positif Covid-19 itu terinfeksi dari pasien atas nama (inisial) SBM, warga Desa Lampok. SBM sendiri sebelumnya telah dinyatakan meninggal dunia dengan konfirmasi terpapar Covid-19.

“Ketiga Nakes ini tercatat adalah kontak erat dari pasien SBM. Karena beliau sebelum dirujuk ke (RSUD) Asy Syifa sampai akhirnya meninggal, sempat mendapat penanganan di Puskesmas Brang Ene,” urainya seraya menambahkan kondisi para Nakes dalam keadaan stabil.

“Mereka semua tanpa gejala. Dan kami juga masih menelusuri ke Nakes lain untuk mengidentifikasi kontak eratnya,” sambung H. Tuwuh.

Untuk diketahui, selain tiga Nakes Puskesmas Brang Ene yang dinyatakan positif. Terdapat 4 pasien baru yang diumumkan pada tanggal 8 Oktober malam. Rinciannya pasien atas nama YA, penduduk Desa Bukit Damai, Kecamatan Maluk, pasien HBM warga Kelurahan Sampir, Kecamatan Taliwang, pasien atas nama RBL, warga Kelurahan Menala, Kecamatan Taliwang, dan terakhir pasien S, warga Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea.

Selain 7 orang dinyatakan positif, 1 orang pasien dinyatakan sembuh. Pasien sembuh tersebut ata nama AS, warga Desa Sekongkang, Kecamatan Sekongkang. Bersangkutan selama ini menjalani isolasi di fasiltas isolasi terpusat PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di Mataram.

“Pasien YA itu terpapar dari suaminya yang sekarang sedang menjalani karantina di Mataram (di fasilitas AMNT). Kalau pasien S yang dari Sapugara dia statusnya pelaku perjalan dari daerah terjangkit,” urai H. Tuwuh yang juga merangkap juru bicara Gugus Tugas Covid-19 KSB ini. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional