Tiga Kecamatan di Lotim Diusulkan Dijadikan KEK

Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. M. Sukiman Azmy,.MM., mengusulkan agar wilayah selatan Kabupaten Lotim, yakni Kecamatan Jerowaru, Keruak dan Labuhan Haji dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).Tiga kecamatan ini memiliki potensi yang besar dan sangat layak dijadikan KEK.

Demikian disampaikan bupati dikonfirmasi Suara NTB di pendopo bupati, akhir pekan lalu. Bupati mengungkapkan, keinginannya menjadikan tiga kecamatan tersebut sudah dilaporkan ke gubernur agar tidak hanya Mandalika-Loteng yang dijadikan KEK. Melihat perbandingannya, bupati menjelaskan di wilayah Kecamatan Jerowaru terdapat tambang garam rakyat, lahan jagung yang spektakuler jumlahnya, dan fenonema alam yang mempesona mulai dari pasir putih, Pantai Pink, Tanjung Beloam dan kekayaan alam lainnya. Kawasan inipun dapat dijadikan kawasan tersendiri, karena terdapat pertanian, kelautan dan perikanan sekaligus wisata pantai.

Iklan

Untuk di Kecamatan Keruak, terdapat sentra perikanan terbesar di Tanjung Luar. Hal ini dapat dilihat penangkapan ikan hiu berukuran besar dan beragam ikan lainnya yang ditampung untuk kemudian didistribusikan ke masyarakat. Kemudian di wilayah Kecamatan Labuhan Haji yang terdapat pelabuhan dan kawasan pariwisata yang cukup bagus. Sehingga apabila tiga kecamatan ini digabung, maka dapat dijadikan KEK. “Jadi kita punya kecamatan yang sangat layak dijadikan KEK,” sebut bupati.

Namun hal terpenting yang harus terlebih dahulu dipenuhi berupa pembangunan akses jalan. Pasalnya, kondisi saat ini pembangunan akses jalan yang dilakukan tidak merata. Dapat dilihat ketika keluar dari Lombok Internasional Airport (LIA), jika mengarah ke kanan terdapat jalan by pass yang cukup bagus. Sementara dari LIA ke kiri jalannya cukup memprihatinkan, hanya jalan arteri yang kondisinya dari dahulu sampai sekarang tidak pernah berubah.

Maka dari itu, bupati dua priode ini mengusulkan kepada Gubernur NTB untuk membangun infrastruktur jalan agar dari bandara ke arah kanan maupun ke kiri by pass hingga ke Labuhan Haji. Pembangunan jalan ini menjadi penopang dapat dijadikan kawasan di tiga kecamatan ini menjadi KEK. Apabila itu dilakukan, bupati meyakini bahwa limpahan dari wisatawan asing KEK di Loteng akan mengarah ke Lotim. Terlebih ketika sirkuit MotoGP sudah mulai, maka hotel-hotel di Mataram dan di Lombok Tengah diprediksi tidak akan mampu menampung, sehingga akan lari ke Lotim.

“Jika jalannya bypass dan bagus. Maka hotel-hotel, homestay, dan sejenisnya akan bermunculan. Ini tentu sangat mendukung keberadaan dari MotoGP itu,” ujar mantan Dandim Lotim ini.

Bahkan pembangunan jalan bypass diharapkan dapat langsung ke Pelabuhan Kayangan Labuhan Lombok yang menjadi tempat penyeberangan dari Pulau Lombok ke Pulau Sumbawa. Terlebih dalam waktu dekat akan dilakukan pembangunan smelter di Sumbawa Barat, sehingga Kabupaten Lotim tidak bisa tinggal diam kapan dan dampak dari pembangunan smelter tersebut, maka Lotim harus siap dengan tersedianya fasilitas berupa hotel, perumahan dan sarana lainnya. Hal tersebut dikarenakan belum tentu semua karyawan yang berasal dari luar negeri berkeinginan berdomisili di Sumbawa Barat. (yon)