Tiga Kabupaten Kelabakan Tangani Bencana

Gubernur NTB, H. Zulkeflimansyah

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkeflimansyah, SE, M.Si mengatakan, pembangunan rumah korban gempa di NTB berjalan sesuai rencana. Namun, ada tiga kabupaten yang agak kelabakan dalam menangani bencana.

Gubernur menyebutkan, tiga kabupaten yang agak kelabakan atau agak lamban dalam pembentukan kelompok masyarakat (Pokmas) adalah Lombok Utara, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa.

Iklan

‘’Pembangunan berjalan sesuai rencana walaupun kelabakan di Lombok Utara, Lombok Barat dan Kabupaten Sumbawa. Kami akan datang, apa yang diinginkan para kepala desa itu sehingga Pokmas  terbentuk dengan segera,’’ kata Dr. Zul dikonfirmasi di Mataram, Rabu, 24 Oktober 2018 siang.

Dana bantuan stimulan tahap pertama sudah ada. Tetapi belum dapat dicairkan karena Pokmas belum terbentuk.

Gubernur mengatakan, permasalahan yang dihadapi Kabupaten Sumbawa kaitan dengan masalah koordinasi. Sedangkan permasalahan yang dihadapi Lombok Utara dan Lombok Barat hampir sama. Sementara kabupaten/kota lainnya yang terdampak bencana sudah tak ada persoalan terkait dengan pembentukan Pokmas.

‘’KLU, Lobar dan Kabupaten Sumbawa, tidak seperti yang kita inginkan.  Masih agak lambat,’’ terangnya.

Data Pusat Komando Penanggulangan Bencana NTB, sampai 19 Oktober lalu, rekening masyarakat penerima bantuan stimulan di Lobar  yang sudah terisi  sebanyak 1.817 KK. Dari jumlah itu, sebanyak 17 Pokmas yang telah terbentuk. Sementara dana yang sudah dicairkan 7 Pokmas.

Kemudian Lombok Utara, sebanyak 13.388 KK sudah terisi rekeningnya. Jumlah Pokmas yang terbentuk sebanyak 13 Pokmas dan yang sudah cair 6 Pokmas. Sedangkan Kabupaten Sumbawa sebanyak 1.076 KK sudah terisi rekeningnya. Jumlah Pokmas terbentuk sebanyak 74 Pokmas, yang cair dananya 15 Pokmas.

Untuk mempercepat pembangunan rumah korban gempa, gubernur mengatakan telah mengundang Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Gapensi, REI dan lain-lain. Jika sebelumnya hanya berkutat pada pembangunan tiga model rumah tahan gempa yakni Risha, Riko dan Rika. Maka sekarang, kata Dr.Zul apapun pilihan rumah yang dibangun yang penting tahan gempa.

Dalam pembangunan rumah korban gempa, Pemda akan melibatkan para pengusaha jasa konstruksi. Bahkan Kadin NTB menyatakan siap menggerakkan 1.000 pengusaha jasa konstruksi yang ada di daerah ini untuk mempercepat pembangunan rumah korban gempa. (nas)