Tiga Hektar Lahan Puso Akibat Kekeringan di Kota Bima

Abdul Najir.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kekeringan akibat musim kemarau di Kota Bima, membuat sejumlah lahan pertanian terdampak. Seperti di Kelurahan Nungga Kecamatan Rasanae Timur, yang mana tiga hektar lahan tanaman padi milik warga puso. Kondisi ini berpotensi meluas jikalau krisis air terus berlanjut.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian (Distan) Kota Bima, Abdul Najir kepada Suara NTB di kantornya, Selasa, 31 Agustus 2021 menyampaikan, dari luas areal sawah 2.361 Ha di 41 kelurahan pada lima kecamatan, hanya sebagian kecil yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau tahun ini. “Dengan luas lahan itu sekitar 2 persen saja yang terdampak kekeringan,” cetusnya.

Iklan

Tiga hektar lahan sawah warga di Kelurahan Nungga, mengalami puso karena kesulitan memperoleh pasokan air pada Musim Tanam (MT) II. Selebihnya, lanjut dia, normal dalam artian petani masih tetap bisa memperoleh hasil.

Kendati areal terdampak belum seberapa, potensi untuk meluas masih tetap ada. Ketika bencana alam tahunan tersebut berlanjut sampai Oktober-November mendatang. “Baru sebagian kecil saja yang terdampak dimusim kemarau ini. Tapi kita lihat nanti di Bulan Oktober yang menjadi puncak kekeringan,” jelasnya.

Berdasarkan pengalaman, tegas Abdul Najir, tingkat penurunan produksi lahan akibat terdampak kekeringan hanya sekitar 10 persen tiap tahun. Hal itu terjadi karena sebagian besar sawah warga mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi teknis.

Sementara lahan sawah yang mengandalkan air hujan dan hanya satu kali panen, dari luas 2.361 Ha hanya 352 Ha. Seluas 2.009 Ha sawah irigasi teknis sisanya, tambah dia, baru akan menemukan persoalan ketika kekeringan berlanjut, diawali dengan gejolak perebutan air antar petani. “Apakah kekeringan akan berlanjut atau seperti apa, informasi yang kami peroleh dari BMKG normal Oktober ini akan turun hujan,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional