Tiga Formasi CPNS Tidak Terisi

Baiq Nelly Kusumawati.(Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB) mengeluarkan kebijakan bahwa formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lowong bisa diisi oleh pelamar dengan peringkat kedua tertinggi. Namun demikian, kebijakan itu tidak berlaku bagi tiga formasi CPNS di Kota Mataram.

Tak berlakunya penerapan regulasi itu dijelaskan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati disebabkan tiga formasi lowong tak satu pun pelamar lulus nilai ambang batas atau passing grade seleksi kompetensi bidang. Kecuali, formasi tenaga pendidik bisa didistribusikan dari sekolah lainnya. “Formasinya anestesi. Sementara ndak ada yang lolos passing grade. Bagaimana mau digeser,” kata Nelly ditemui Selasa, 27 Oktober 2020.

Iklan

Tiga formasi lowong ini tetap diajukan ke Badan Kepegawaian Negara. Nelly menyebutkan dari 275 formasi CPNS 2019 yang terpenuhi 273 formasi. Pihaknya telah mengajukan formasi CPNS di Pemerintah Pusat. Sejumlah 400 formasi telah diusulkan sesuai jumlah pegawai pensiun. “Sudah kita usulkan lagi formasi 2020,” sebutnya.

Pengajuan formasi CPNS itu menindaklanjuti surat Kemen PANRB Nomor B/584/M.SM.01.00/2020 tanggal 11 Juli 2020. Kebutuhan ASN berdasarkan hasil analisis jabatan dan beban kerja di akhir Desember 2019 mencapai 5.170 orang.  Bezetting pegawai sejumlah 5.170 orang. Sementara,  ASN yang memasuki usia pensiun pada tahun 2020 -2021 mencapai 400 orang. Sedangkan, jumlah formasi yang lowong pada perangkat kerja daerah di Lingkup Pemkot Mataram sejumlah 1.579 formasi.

Nelly mengatakan, kebutuhan pegawai tidak bisa sekaligus. Pihaknya juga melihat ketersediaan anggaran. Oleh karena itu, usulan formasi CPNS tahun 2020 secara bertahap terutama menggantikan PNS yang mencapai batas usia. Formasi yang diusulkan kemungkinan akan disetujui sejumlah pegawai yang pensiun.

Dari formasi yang diusulkan paling banyak dibutuhkan adalah tenaga pendidik 240 formasi, tenaga kesehatan 120 formasi dan tenaga teknis 40 formasi. (cem)