Tiga Formasi CPNS di Mataram Tak Terisi

Peserta SKB CPNS Lingkup Pemkot Mataram menunggu giliran ujian pada sesi berikutnya, Selasa , 22 September 2020. Dari 275 formasi dibutuhkan terdapat tiga formasi yang tidak terisi. Formasi kosong akan disampaikan ke BKN untuk diusulkan kembali pada penerimaan CPNS berikutnya. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Tes seleksi kompetensi bidang (SKB) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Lingkup Pemkot Mataram, Rabu, 23 September 2020 hari ini selesai digelar. Sebanyak tiga formasi jabatan tak terisi. Formasi kosong akan disampaikan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk diusulkan kembali.

Formasi kosong itu yakni ahli pertama penata anestesi dua formasi dan ahli pertama pamong belajar satu formasi. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, Baiq Nelly Kusumawati menyampaikan, pelaksanaan seleksi kompetensi bidang sejak hari pertama sampai keempat tidak ada masalah. Peserta baik dalam kondisi sehat maupun reaktif tetap mengikuti proses sesuai protokol kesehatan Covid-19.

Iklan

“Alhamdulillah, sampai hari ini (kemarin,red) lancar. Tapi memang ada satu peserta orangtuanya meninggal dan harus dimakamkan bersamaan dengan waktu tesnya. Dia tetap berusaha ikut tes. Mudah – mudahan dia lulus,” kata Nelly ditemui, Rabu (22/9).

Disebutkan, dari 275 formasi CPNS dibutuhkan tidak semuanya terisi. Hal ini disebabkan pelamar yang mendaftar tidak lulus seleksi kompetensi dasar (SKD). Formasi kosong akan disampaikan ke BKN untuk diajukan kembali pada penerimaan CPNS berikutnya. “Tiga formasi yang tidak terisi,” sebutnya.

Penentuan kelulusan CPNS dihitung dari nilai SKB dan SKD. Kedua nilai itu akan diintegrasikan. Nelly mencontohkan, jika satu formasi dibutuhkan satu orang maka nilai tertinggi dari penggabungan nilai SKD dan SKB yang akan dipilih. Rekapitulasi nilai nantinya akan validasi kembali oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) penerimaan CPNS di Jakarta. Validasi itu menyesuaikan hasil perhitungan dari panitia di daerah. “Validasi data mungkin lewat daring. Setelah selesai baru dikirim semua ke BKN,” terangnya.

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada BKSDM, H. Ahmad Mujahiddin menambahkan, penilaian SKB tidak memiliki standar. Penentuan kelulusan CPNS akan diintegrasikan antara nilai SKB dengan nilai SKD. Bobot nilai SKD 40 persen, sementara SKB 60 persen. Dia mencontohkan, salah satu peserta memperoleh SKD 360 dan SKB 370. Maka masing – masing nilai dikalikan sesuai bobot.  “Peserta bisa menghitung sendiri kok,” demikian tambahnya. (cem)