Tiga Formasi CPNS 2019 KSB Tetap Lowong

Abdul Malik Nurdin.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Jauh sebelum pelaksanaan Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) kuota CPNS Formasi 2019 Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) ternyata sudah dipastikan tidak dapat terpenuhi.

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) KSB, saat pendaftaran, 3 dari 105 kuota formasi yang yang disiapkan untuk KSB tidak ada ada pelamarnya. Ketiga formasi itu seluruhnya untuk tenaga kesehatan dengan rincian, formasi dokter gigi, tenaga anastesi dan 1 tenaga rekam medis.

Iklan

Kepala BKPSDM KSB, H. Abdul Malik Nurdin, S.Sos, M.Si mengatakan, kosongnya pelamar ketiga formasi itu oleh pihaknya sempat diupayakan agar bisa terpenuhi. Pihanya mengajukan usulan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar ketiga formasi itu dialihkan jatahnya ke formasi lain. Sayang upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

“BKN menyatakan tidak ada kebijakan untuk pengalihan formasi yang kosong pelamarnya. Akhirnya kita tidak bisa apa-apa lagi untuk memenuhi kuota itu,” kata H. Malik kepada wartawan, Selasa, 4 Februari 2020.

Kekosongan formasi sejak pendaftaran itu tentu sangat merugikan daerah. Terutama bagi daerah seperti KSB yang selama ini masih sangat kekurangan SDM pegawainya. Menurut H. Malik, menu kebutuhan pegawai selama ini tetap berdasarkan usulan masing-masing daerah. Dan untuk ketiga formasi yang nihil pelamarnya sudah pernah diusulkan pada penerimaan formasi CPNS tahun-tahun sebelumnya. Namun banyaknya kebutuhan akan jenis tenaga kesehatan itu, pada formasi 2019 KSB tetap mengusulkannya. “Kebutuhan kita belum terpenuhi makanya diusulkan lagi. Tapi ternyata tidak ada pelamarnya,” urainya.

Sementara itu ditanya mengenai tahapan lanjutam bagi pelamar yang dinyatakan lulus SKD. H. Malik menjelaskan, Panselda CPNS Formasi 2019 masih menunggu informasi dari  BKN. Sesuai aturan para pelamar masih akan menjalani satu rangkaian tes lagi berupa seleksi kompetensi bidang (SKB).

“Untuk pelaksanaan seleksi SKD secara nasional sampai akhir bulan ini. Jadi perkiraan kami jadwal SKB-nya pada bulan Maret,” paparnya.

Ia melanjutkan, pelamar yang dinyatakan lulus SKD belum tentu dinyatakan lulus sepenuhnya. Sebab ketentuannya penentuan kelulusan pelamar diukur dari akumukasi perolehan nilai hasil SKD dan SKB. “Komposisi poin kelulusan itu 40 persen SKD dan 60 persen nilai SKB. Artinya yang lulus SKD sekarang ini belum setengah untuk memastikan dirinya benar-benar berhak menyandang sebagai CPNS,” timpal H. Malik.(bug)