Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Dompu

Dompu (Suara NTB) – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, Drs. Imran M Hasan menyebutkan, ada tiga desa/kelurahan di Dompui yang terdampak kekeringan pada awal musim kemarau tahun ini. Yakni Desa Mangge Asi, Saleko dan Kelurahan Kandai I.

Wilayah terdampak itu berpotensi meluas ke 25 desa/kelurahan yang dilanda tahun sebelumnya. “Ini baru laporan secara lisan, kita minta bersurat supaya bisa kita rekap dan suarakan di provinsi,” kata dia kepada Suara NTB, Senin, 13 Mei 2018.

Iklan

Tiga Desa/Kelurahan yang berada di Kecamatan Dompu itu belum mendapat intervensi pihaknya untuk pendistribusian air bersih. BPBD masih menunggu laporan tertulis pemerintah desa untuk bisa mengupayakan penanggulangannya, baik menggunakan dana tak terduga di APBD II Dompu atau meminta bantuan langsung ke provinsi dan pusat.

Menurut dia, wilayah terdampak bencana kekeringan rutin tiap tahun ini berpotensi meluas ke desa/kelurahan lain, bahkan terancam lebih parah. Dan untuk mengantasinya secara permanen Imran M Hasan mengusulkan tambahan bantuan sumbur bor.

“Kalau begitu kan nanti rakyat tinggal bayar pulsa listrik saja. Tahun sebelumnya ada tiga titik, di Desa Ranggo satu, Desa Matua satu dan Lingkungan Ginte juga ada satu sumur bor,” ujarnya.

Kekeringan yang melanda tiga desa/kelurahan ini telah berdampak pada kurangnya persediaan air bersih, untuk kebutuhan air rumah tangga saja sementara ini masyarakat terpaksa membelinya. Terkadang, ada yang memanfaatkan sumur warga namun jaraknya tempuhnya cukup jauh.

Selain menunggu laporan tertulis dari tiga desa/kelurahan BPBD tengah melakukan deteksi dini untuk memastikan titik wilayah terdampak. Harapannya, ketika bantuan turun bisa langsung menyasar wilayah-wilayah itu. “Bantuan dari daerah belum, sekarang masih kita deteksi dini dulu di titik mana di tiga wlayah ini,” jelasnya.

Imaran M. Hasan menyebutkan, beberapa wilayah lain yang berpotensi mengalami kekeringan tak jauh berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni Desa Kareke, Nowa, Bakajaya, Bara, Mbawi, Dorebara, Huu Marada dan beberapa desa/kelurahan lainnya. “Kita lumayan parah, nanti masuk bulan Juli sudah repot kita,” pungkasnya. (jun)