Tiga Daerah di NTB Ajukan Kenormalan Baru

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 32 Tahun 2020 menjadi acuan pelaksanaan kenormalan baru oleh pemerintah kabupten/kota di NTB. Sampai saat ini Pemprov NTB mencatat tiga kabupaten yang mengajukan permohonan rekomendasi kenormalan baru tersebut.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menerangkan, tiga kabupaten tersebut antara lain Kota Bima, Dompu, dan Kota Mataram. Pengajuan tersebut saat ini tengah memasuki tahap evaluasi.

Iklan

Diterangkan, untuk kabupaten/kota yang mengajukan permohonan rekomendasi kenormalan baru akan melewati beberapa pendampingan. Terutama utuk melihat pemenuhan 15 indikator dalam tiga kelompok penilaian, yaitu epidemiologi, surveillance, dan kesehatan masyarakat.

‘’Terakhir mungkin Kota Bima yang sudah mengajukan, dan itu masih minta supervisi atau pendampingan kita juga,’’ ujar Sekda NTB tersebut. Menurutnya, Kota Bima menjadi satu-satunya daerah dengan zona hijau virus Corona (Covid-19) di NTB, dengan catatan sampai dengan 2 Juli hanya terdapat 1 kasus positif.

Diterangkan, masing-masing daerah yang mengajukan permohonan rekomendasi kenormalan baru masih harus dievaluasi selama dua minggu untuk melihat pemenuhan 15 indikator kesehatan yang dibutuhkan. Salah satunya adalah eskalasi kasus harian di masing-masing kabupaten/kota tersebut.

“Kita minta (daerah) silakan menghitung skor positif rate, itu sudah ada perhitungannya. Mataram masih 10, Lombok Barat masih 13. Kalau dia di bawah 5 riwayat kasusnya, itu baru bisa (diberikan rekomendasi). Kalau masih angkanya naik setiap hari belum bisa,” jelas Sekda.

Berdasarkan catatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB, sampai dengan 2 Juli Mataram dengan jumlah 189 kasus positif dan Lombok Barat dengan 93 kasus positif ditetapkan sebagai zona merah atau jumlah kasus risiko tinggi. Sedangkan Lombok Timur dengan jumlah kasus 24 dan Lombok Tengah dengan jumlah kasus 18 dinyatakan sebagai zona oranye atau kasus risiko sedang.

  18.472 Unit Kendaraan Dinas Nunggak Pajak di NTB

Lima kabupaten dinyatakan sebagai zona kuning atau risiko rendah antara lain Lombok Utara yang sudah bebas dari kasus positif namun masih harus menunggu evaluasi dua minggu. Sumbawa Barat dengan 2 kasus positif, Sumbawa 4 kasus positif, Dompu 1 kasus positif, dan Bima 1 kasus positif. Kota Bima menjadi satu-satunya daerah zona hijau atau tanpa risiko di NTB.

“Kita harus mengawal terus, dari zona merah supaya beralih menjadi oranye kemudian kuning. Ada langkah-langkah yang kita lakukan hingga dia bisa jadi hijau,” ujar Sekda. Di sisi lain, pembukaan destinasi wisata disebut menjadi salah satu atensi untuk penerapan kenormalan baru di masing-masing kabupaten/kota tersebut.

Dicontohkan Sekda seperti pembukaan pendakian Gunung Rinjani. Rekomendasi dengan merujuk data saat ini hanya akan diberikan untuk jalur pendakian Senaru. Mengingat untuk pintu masuk lainnya berada di Lombok Tengah dan Lombok Timur yang masih masuk zona oranye.

‘’Karena sekarang Lombok Utara posisinya agak menguning, kita akan buka dari situ. Kalau Sembalun dan lainnya kan masih oranye. Semua ini memang tidak bisa langsung semua. Step by step sesuai perkembangan,’’ ujarnya.

Dengan memberikan rekomendasi kenormalan baru sesuai penetapan zona tersebut, Pemprov NTB berharap protokol penanganan Covid-19 tetap dijalankan. Termasuk untuk pembukaan masing-masing destinasi wisata yang ada di NTB.

Diterangkan, untuk pembukaan destinasi wisata hanya diperbolehkan di daerah dengan zona kuning. Dengan penetapan zona yang sudah dilakukan, masing-masing pemerintah daerah dan pelaku usaha diharapkan mempersiapan diri untuk menyambut kenormalan baru.

“Kita sekarang harus belajar mempersiapan diri. Data kita dari pemerintah, pelaku usaha, dan lain-lain, penentuan status itu juga dibaca dan menjadi salah satu referensi wisatawan mulai berkunjung. Kita siapkan destinasi kita untuk saatnya dibuka,’’ pungkas Sekda. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here