Tiga CJH di Bima Meninggal

Ikhwan Zulkifli. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bima, mencatat 519 orang Calon Jamaah Haji (CJH) direncanakan berangkat tahun ini. Namun demikian, tiga diantara mereka gugur lantaran meninggal dunia.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Bima, Ikhwan Zulkifli, SE., kepada wartawan di kantornya, Jumat, 16 April 2021 mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum mendapat kepastian terkait pelaksanaan ibadah haji, apakah berlangsung atau masih tertunda seperti tahun sebelumnya.

Iklan

Jika memang pemerintah Arab Saudi mengizinkan, pihaknya sudah sangat siap untuk memberangkatkan CJH, baik keseluruhan atau separuh dari total calon jamaah haji yang ada. “Kalau tidak diizinkan apa boleh buat, kita tunggu lagi sampai tahun depan,” cetusnya.

Berbagai tahapan persiapan pelaksanaan ibadah haji tetap dilakukan. Terakhir, yakni kegiatan vaksinasi untuk CJH dengan usia diatas 60 tahun.

Khusus pemberangkatan tahun ini, Kemenag sedianya mengirim 519 orang CJH. Namun ternyata tiga diantara mereka telah dinyatakan meninggal dunia. Sehingga dipastikan berkurang jikalau tidak ditutupi jamaah lain. “Beberapa hari ada pengurangan tiga orang. Itu rata-rata meninggal, jarang dibatalkan sendiri karena sayang sudah menunggu lama,” jelasnya.

Selain terjadi pengurangan CJH porsi berangkat akibat meninggal atau menderita penyakit menahun, Ikhwan Zulkifli menyampaikan, tak sedikit CJH di wilayah ini membatalkan diri sebagai peserta calon jamaah haji. Disamping karena dua faktor diatas, pilihan itu terpaksa diambil karena persoalan ekonomi keluarga.

Kendati tetap ada pembatalan, namun jumlahnya tidak sebanding dengan mereka yang datang mendaftarkan diri sebagai CJH. Per tahun biasanya tembus sampai 3.000 orang. “Angka pendaftaran cukup tinggi kita, sementara porsi pemberangkatan ini maksimal 500an orang per tahun,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional