Tiga Bulan, Sembilan Jenazah TKI Ilegal Dipulangkan

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak sembilan jenazah TKI telah difasilitasi pemulangannya pada triwulan I  (Januari – Maret) 2018 ini. Rata-rata, mereka yang pulang tanpa nyawa itu adalah pekerja buruh migran yang tidak memiliki dokumen resmi (ilegal) bekerja di negara orang.

Menurut keterangan Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Joko Purwanto, S.Sos di Kantor  Disnakertrans Provinsi NTB, Rabu, 18 April 2018 kemarin, selain jenazah, pemerintah juga telah memfasilitasi pemulangan 392 TKI ilegal. Seluruhnya yang bermasalah ini rata-rata dari Malaysia dan Timur Tengah.

Iklan

“Kita tidak memiliki data orang-orang ini. Mereka tidak tercatat, karena berangkat secara ilegal. Ketika ada masalah, pemerintah tetap memfasilitasi,” kata Joko.

Catatan TKI bermasalah di triwulan I ini menurutnya tinggi. Pada tahun 2017 lalu, jumlah pemulangan TKI unprosedural mencapai 685 orang dari total jumlah 717 orang yang dipulangkan. Sementara jumlah jenazah TKI illegal yang dipulangkan tahun 2017 lalu mencapai 51 orang.

Tingginya angka pemulangan ini TKI bermasalah ini, terutama yang meninggal dunia. Lebih dipengaruhi karena pemberangkatan yang tidak melalui prosedur yang sebenarnya. Kondisi kesehatan kerap diabaikan, asalkan yang bersangkutan bisa berangkat dan bekerja di luar negeri.

Untuk meminimalisir pemberangkatan TKI tanpa dokumen resmi, BP3TKI Mataram juga melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat, kepala desa, tokoh pemuda, untuk memberikan informasi secara detail bagaimana bekerja di luar negeri secara aman.

Meski terbatas jangkauannya, pihaknya juga meminta Komunitas Buruh Migran untuk melakukan pendampingan. Demikian juga dengan Dinas Nakertrans Provinsi NTB.

Data pemberangkatan sementara, pada 2018 ini, dari Kota Mataram sebanyak 6.952 orang selama triwulan pertama. Lombok Tengah tercatat 1.361 orang dan Lombok Timur 1.068. (bul)