Tiga Bulan Operasional Tak Cair, Operator Roda Tiga di Cakranegara Mogok

Mataram (Suara NTB) – Operator roda tiga di Kelurahan Sayang – Sayang, protes. Aksi protes dilakukan dengan mogok mengangkut sampah di lingkungan. Pasalnya, tiga bulan uang operasional atau bahan bakar minyak mereka tak kunjung cair di kecamatan.

Informasi mogoknya operator dimulai sejak Minggu malam, 8 April 2018. Tujuh lingkungan di Kelurahan Sayang – Sayang yakni Lingkungan Lendang Re, Sayang Daya, Karang Kuluh, Derman Sari, Kramat Nunggal, Rungkak Jangkuk dan Sayang Lauk. Mereka memarkirkan kendaraan roda tiga berisi sampah di depan pintu masuk Kantor Camat Cakranegara.

Iklan

Kepala Lingkungan Sayang Lauk, Topan, Senin, 9 April 2018 menerangkan,  para operator memarkirkan kendaraan pengangkut sampah di Kantor Camat Cakranegara sebagai bentuk protes atas biaya operasional roda tiga yang tidak pernah diberikan. “Informasi kejelasannya kapan BBM diberikan oleh kantor camat tidak ada,” kata Topan.

Selama tiga bulan ini, operasional kendaraan roda tiga menggunakan uang kepala lingkungan untuk membeli bahan bakar. Dikonfirmasi terpisah, Camat Cakranegara, M. Salman Rusdi mengatakan, belum keluarnya uang operasional kendaraan roda tiga karena masih ada proses administrasi di Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram. Pihaknya sudah mengajukan, tetapi ditolak oleh BKD sehingga harus direvisi kembali.

“Kita sudah ajukan pencairan anggaran. Tapi minta direvisi lagi,” kata Salman. Dari sekian banyak lingkungan di Cakranegara kata Salman, hanya tujuh lingkungan di Kelurahan Sayang – Sayang saja yang memprotes. Sementara, lingkungan lain memahami kondisi penganggaran di triwulan pertama ini.

Menurut dia, wajar kepala lingkungan menggunakan uang pribadi untuk biaya operasional roda tiga. Posisi anggaran tidak memungkinkan dinilai jadi penyebab. Jika uangnya cair akan langsung diganti. “Kecuali saya potong dan memakan hak mereka, baru saya salah. Ini kan mekanisme penganggaran. Bisa ditanya di BKD. Pekan kemarin sudah kita ajukan. Insya Allah, sekarang atau lusa sudah cair,” pungkasnya.

Aksi protes masyarakat dengan memarkirkan kendaraan roda tiga di depan pintu kantornya dianggap Salman, sebagai hal yang wajar. Sebaiknya perlu duduk bersama menyelesaikan persoalan ini, sehingga tidak bias. “Iya, silahkan saja,” jawabnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Irwan Rahadi menjamin protes kepala lingkungan itu akan segera selesai. Dia menjelaskan, permasalahan itu karena kesalahan teknis administrasi saja. Pihaknya sudah mengecek langsung ke BKD ternyata anggaran diajukan oleh Kecamatan Cakranegara harus direvisi.

“Ada 73 lingkungan di Cakranegara. Kalau  mengajukan di atas angka Rp 50 juta harus lewat kontrak kerja. Sementara, Kecamatan Cakranegara dengan pemesan barang. Itu yang harus direvisi,” jelas Irwan. Protes operator dipastikan tidak akan berlanjut dan pelayanan pengangkutan sampah di lingkungan akan berjalan seperti biasa. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here