Tiga Bulan, 65 TKI Non Prosedural Asal Lotim Dipulangkan

Selong (Suara NTB) – Lombok Timur merupakan salah satu daerah di NTB sebagai daerah penyumbang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) terbesar ke luar negeri. Namun, kondisi demikian belum dapat diimbangi dengan kepatuhan para pahlawan devisa itu berangkat sesuai aturan yang ada. Pasalnya, tercatat 319 TKI non prosedural asal NTB yang dipulangkan pada triwulan pertama tahun 2018. Dari jumlah itu, 65 TKI berasal dari Lotim.

Kepada Suara NTB, Kasi Informasi Pasar Kerja, Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja pada Disnakertrans Lotim, Lalu Sadli Bahtiar, SH, menjelaskan, kondisi ketenagakerjaan khususnya yang ke luar negeri. Dari Januari hingga Maret 2018, data pemulangan dari beberapa negara yakni untuk dari Malaysia sebanyak 120 orang, Arab Saudi sebanyak 98 orang. ‘’Untuk Uni Emirat Arab sebanyak 55 orang, Qatar 21 orang dan Syria sebanyak 12 orang,’’ ujarnya pada Suara NTB belum lama ini.

Iklan

Sementara jumlah pemulangan untuk triwulan pertama dari Januari hingga Maret totalnya 334 orang untuk se-NTB. Terdiri dari non prosedural 319 orang dan prosedural 15 orang. Sehingga dapat dibayangkan jika jumlah yang cukup terpaut jauh antara pemulangan secara non prosedural dibandingkan prosedural. Dari jumlah 334 orang yang dipulangkan se-NTB, Kabupaten Lotim berada di posisi kedua setelah Loteng yang berada pada posisi pertama pemulangan TKI non prosedural yakni 109 orang sedangkan Lotim 65 orang, diikuti Kabupaten Bima, 55 orang, Sumbawa Besar 34 orang, Lobar 26 orang, Kabupaten Dompu 12 orang, KSB 19 orang, Kota Bima 12 orang dan KLU sebanyak 6 orang serta terakhir Kota Mataram sebanyak 5 orang.

Sementara, kondisi di Kabupaten Lotim jumlah pencari kerja dari Januari hingga akhir April 2018 sebanyak 4.823 orang pencari kerja. Dari jumlah itu, dominan yang banyak dengan tujuan ke luar negeri yakni jumlahnya, 4.523 orang. Maka dari itu, dengan keberadaan LTSP yang terletak di kompleks kantor Disnakertrans Lotim, pendekatan pelayanan khususnya kepada TKI di Lotim dengan harapan dapat mengurangi angkan non prosedural.

Sementara Kepala Disnakertrans Lotim, Andika Istujaya, menjelaskan, pelatihan-pelatihan terhadap para calon TKI akan semakin diintensifkan. Supaya warga Lotim terutama TKW memahami betul kewajiban yang harus dilakukan di negara penempatan. Misalnya apabila merasa tidak nyaman di penempatan supaya menghubungi pihak perusahaan atau nomor kontak agen baik di negara penempatan maupun di Indonesia, ataupun bisa dihubungi KJRI maupun kedutaan. ‘’Tidak serta merta ketika ada masalah kemudian langsung kabur,’’ ujarnya mengingatkan. (yon)