Tidak Respons Izin Baru, 45 Ritel Modern Beroperasi di Lotim

Kepala DPMPTSP Lo tim, Moh. Syukri (Suara NTB/dok)

BUPATI Lombok Timur (Lotim) H. M. Sukiman Azmy tidak merespon usulan izin baru bisnis ritel modern di Kabupaten Lotim. Sebanyak delapan izin baru dari ritel modern tertolak, karena bupati sudah tidak berkenan mengeluarkan izin.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Moh. Syukri saat dikonfirmasi Selasa, 18 Desember 2018. Syukri mengaku, jumlah ritel modern di Lotim ini terdaftar sebanyak 45 unit. Tersebar di 21 kecamatan se Kabupaten Lotim.

Iklan

Terhadap izin yang lama menurut Syukri masih tetap berlaku, karena tidak ada batasan waktu mengenai status izinnya. Selama masih bisa beroperasi di Lotim dipersilakan untuk melakukan kegiatan usahanya. “Kita menangkap keinginan bupati ini tidak mau ada penambahan lagi ritel modern di Lotim,” ucapnya.

Menurutnya, sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku aktivitas usaha yang sudah mengantongi izin hanya bisa bubar ketika sudah pailiit atau bangkrut. Sedangkan kegiatan usaha yang masih bisa berjalan, izinnya tetap tetap berlaku.

Sebelumnya Bupati Lotim, H. M. Sukiman Azmy sangat tegas mengenai izin ritel. Izin ritel modern katanya tidak akan diperpanjang. Keinginan Bupati, tidak ada lagi ritel modern di Kabupaten Lotim.

Rencananya, seluruh desa mengembangkan bisnis seperti yang dijalankan ritel modern itu melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) masing-masing. Satu desa, satu BUMDes. Mengembangkan bisnis perdagangan.

Diketahui, ritel modern selama era Bupati Sukiman sama sekali tidak memberikan izin. Pada masa kepemimpinannya di Lotim periode 2008-2013 lalu, sama sekali tidak ada ritel modern berdiri di Lotim.

Bupati tidak memberikan izin satupun ritel modern di Kabupaten Lotim. Salah satu alasannya, ritel modern itu akan membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah tidak bisa berkembang, sehingga tidak memberikan toleransi izin. (rus)