Tidak Lulus Seleksi Jalur Zonasi, Masyarakat Mengadu ke Dinas Dikbud NTB

Panitia PPDB Dinas Dikbud NTB saat menerima pengaduan dari masyarakat terkait PPDB jalur zonkasi, Kamis, 9 Juli 2020.(Suara NTB/ron)  

Mataram (Suara NTB) – Puluhan masyarakat yang merupakan orang tua/wali siswa pendaftar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB pada Kamis, 9 Juli 2020. Mereka mempertanyakan anak mereka yang tidak diterima di tiga sekolah pilihan pada PPDB jalur zonasi.

Pengumuman PPDB jalur zonasi dilaksanakan pada Rabu, 8 Juli 2020. Dari hasil seleksi itu sejumlah nama pendaftar tidak diterima di salah satu dari tiga pilihan sekolah saat mendaftar. Salah seorang wali siswa, I Wayan Supandana, mengatakan mereka tinggal di Karang Jasi, Cakranegara, Mataram dan mendaftar di tiga sekolah yaitu SMAN 4 Mataram, SMAN 6 Mataram, dan SMAN 9 Mataram. Namun ketika pengumuman, anaknya tidak diterima di tiga sekolah pilihan sesuai zonasi tempat tinggalnya itu.

Iklan

“Saya datang ke Dinas Dikbud NTB untuk menanyakan itu. Saya ingin agar anak saya bisa bersekolah,” katanya.

Wali siswa lainnya, Musdah Harjuna mengatakan, ia bersama masyarakat lainnya dari pesisir pantai Ampenan mempertanyakan anak mereka tidak diterima di SMAN 7 Mataram dan sekolah pilihan lainnya. “Permasalahannya, ada sekitar 12 orang yang mengadu, kami pertanyakan dinas ini yang punya otoritas, kenapa sekolah di zonasi anak ini tidak diterima. Kami bingung, mau di mana anak kami disekolahkan, di zonasi juga tidak masuk,” keluhnya.

Kepala Dinas Dikbud NTB, Dr. H. Aidy Furqan, S.Pd., M.Pd., dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan, pihaknya sudah menerima pengaduan masyarakat terkait hasil PPDB jalur zonasi sejak Kamis pagi. Aduan masyarakat itu antara lain terkait tidak masuknya mereka di salah satu dari tiga pilihan sekolah. Juga komplain karena diterima di sekolah yang lebih jauh dari tempat tinggalnya.

Aidy mengatakan, bagi pendaftar yang tidak diterima di salah satu sekolah yang berada di zona tempat tinggalnya, akan dicarikan jalan keluar. Terutama akan dimasukkan ke sekolah yang kuota siswa barunya belum terpenuhi. “Sebab kalau kami paksakan di sekolah yang kuota sudah terpenuhi, ruangan belajar tidak cukup, tidak bisa dipaksa,” katanya.

  Pendaftaran di Dinas, PPDB SMP di Kota Mataram Berpotensi Terjadi Kolusi dan Nepotisme

Sementara terkait dengan pendaftar yang diterima di sekolah yang cukup jauh dari tempat tinggalnya, Aidy menjelaskan, pada pendaftaran PPDB jalur zonasi, pendaftaran diberikan tiga nominasi sekolah yang berada di zonasi tempat tinggalnya. Konsekuensinya, jika tidak diterima di sekolah pilihan pertama, maka alternatifnya bisa diterima di pilihan kedua atau ketiga.

“Kami harapkan juga masyarakat bisa menerima dan menyesuaikan. Tidak kurang kok sekolah di Kota Mataram, ada negeri dan swasta. Kalau sudah terakomodasi, memaksa keinginan itu yang tidak boleh,” pungkasnya.

Untuk PPDB SMA, ada empat jalur yang dibuka yaitu jalur zonasi dengan kuota minimal 60 persen, jalur afirmasi dengan kuota paling banyak 20 persen, jalur perpindahan tugas orang tua/wali paling banyak lima persen, dan jalur prestasi dengan kuota paling banyak 15 persen. Kuota per rombongan belajar SMA maksimal 32 orang. (ron)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here