Tidak Jelas, Penarikan Retribusi di Taman Kota

Seorang pedagang bersama anaknya menyiapkan barang jualannya di Taman Udayana, Senin, 27 November 2018. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Perkim) dengan Dinas Perdagangan (Disdag) saling lempar tanggung jawab terkait retribusi pengelolaan lapak di Taman Udayana dan Taman Selagalas. Targetnya di 2018 mencapai Rp500 juta.

Retribusi ditarik dari penggunaan lapak oleh warga. Satu lapak ditarik Rp5.000 per hari. Jumlah dikenakan semakin besar tergantung luas lapak dimanfaatkan.

Iklan

Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan, penarikan retribusi lapak di taman sudah tidak menjadi kewenangannya lagi. Pengelolaan oleh Pemkot Mataram dialihkan ke Dinas Perdagangan.

“Oh. Bukan di saya lagi sekarang. Itu tanggungjawab Dinas Perdagangan,” kilah Kemal. Sebelumnya diakui, ia menargetkan pengelolaan lapak khusus di taman Rp500 juta tahun ini.

Karena adanya pengalihan kewenangan sehingga tidak diketahui sejauh mana tindaklanjutnya.

Kemal tak bisa memastikan apakah targetnya itu ditindaklanjuti atau tidak oleh dinas yang dinahkodai oleh Lalu Alwan Basri tersebut. “Kalau itu ndak tahu saya. Kan tergantung siapa pimpinannya. Kalau saya memang iya berani segitu (Rp 500 juta). Yah, sekarang ndak tahu kalau di sana,” ucapnya.

Alwan yang dikonfirmasi saat menyaksikan acara Kemilau Mutiara Mataram membantah mengelola lapak di taman Kota Mataram. Alwan malah mempertanyakan SK pelimpahan kewenangan pengelolaan lapak tersebut. “Mana SK -nya. Ndak ada kita terima,” ucapnya.

Alwan pun tak mengetahui target retribusi yang sebelumnya dipasang oleh Perkim. Permasalahan tersebut akan coba ditanyakan dulu. Kalaupun memang sudah ada pelimpahan, pihaknya siap saja mengelola. “Target apa. Ndak tahu kita. Mana SK – nya,” demikian kata Alwan. (cem)