Tidak Gunakan Masker, Pelanggar Protokol Covid-19 Disanksi Sosial dan Denda

Pelanggar protokol Covid-19 yang terjaring pada hari pertama penegakan hukum Perda Nomor 7 tahun 2020 di Lobar dijatuhkan sanksi sosial berupa membersihkan sampah.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Meski pemerintah sudah melakukan sosialisasi mengenai penerapan Perda NTB Nomor 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular dan berlaku, Senin, 14 September 2020, banyak masyarakat yang tetap mengabaikan protokol kesehatan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang tak patuh protokol Covid-19 terjaring operasi penindakan oleh tim Satpol PP Lobar bersama Satpol PP NTB didukung aparat kepolisian dan TNI. Hadir juga tokoh agama dan masyarakat pada operasi penindakan ini.

Pantauan Suara NTB ini, operasi dilakukan tim di jalur wilayah Gerung, mulai dari jalur Patung Koperasi, jalur bundaran GMS hingga jalur BIL I dan BIL II. Puluhan petugas yang dikerahkan menyetop semua pengendara yang tak menggunakan masker. Kemudian mereka digeret ke Pos Polisi GMS untuk disanksi.

Iklan

Sebelum disanksi, mereka diingatkan lagi soal Perda Nomor 7 tersebut, agar ke depan tidak melakukan pelanggaran lagi. Warga yang tak mampu membayar sanksi denda Rp 100 ribu, diganti dengan sanksi sosial membersihkan rumput dan sampah yang ada di seputaran Bundaran GMS. Mereka membersihkan menggunakan rompi bertuliskan “Pelanggar Perda”.

Kepala Satpol PP Lobar Baiq Yeni S Ekawati mengaku ada sebagian pengendara beranggapan, tidak harus memakai masker di dalam mobil. Bagi pelanggar protokol Covid-19 ini pun diberikan pemahaman dulu sebelum disanksi. Jumlah pelanggar ini menurut perkiraannya mencapai puluhan orang.  “Sanksinya berupa sanksi administrasi (denda) Rp 100 ribu (perorangan), beda lagi kalau ASN Rp200 ribu dendanya. Sanksinya juga ada sanksi sosial,’’ tegas dia.

Untuk operasi selanjutnya, pihaknya merahasiakan lokasinya. Namun dipastikan berlanjut terus setiap hari. Hasil operasi kali ini akan dievaluasi.

Kapolres Lobar, AKBP Bagus S Wibowo mengatakan,operasi penindakan hukum ini dalam rangka menertibkan protokol kesehatan. “Kami dalam hal ini TNI-Polri pada posisi memberikan back up penuh bagi Satpol PP yang menjadi leading sector,”tegas dia.

Ia berharap dengan adanya tindakan ini bisa meningkatkan kedisiplinan warga. Operasi yang setiap hari digelar ini diharapkan memberi rasa disiplin terhadap protokol Covid-19 bagi warga dalam beraktivitas sehari-hari. Sasaran operasi ini lanjut dia, berbagai titik di wilayah Lobar yang menjadi titik kegiatan masyarakat.

Perwakilan MUI Lobar, TGH. Taisir menegaskan pihak ulama terlibat dalam operasi penetiban karena kepedulian terhadap masyarakat. “Kami ingin menyelamatkan masyarakat dari bahaya Covid-19,”jelas dia.

Karena terkadang kata pimpinan Ponpes Assohwah Al-Islamiyah bahasa pemerintah dalam hal pencegahan kalau tidak melibatkan para tuan guru, kiyai, dan tokoh masyarakat kurang begitu sampai ke tengah-tengah masyarakat. “Karena itu kami atas kesadaran sendiri dari empat sekawan, terjun ikut dalam razia masker supaya berdampak lebih besar tentang pemahaman soal pentingnya memakai masker ini,”tegas dia. (her)