Tidak Ada Perpanjangan BST

I Gusti Agung Nugrahini. (Suara NTB/dok)

PENYALURAN bantuan sosial tunai (BST) di Kota Mataram salah satunya diharapkan dapat membantu ekonomi masyarakat, terutama di tengah pandemi coronavirus disease (Covid-19). Kendati demikian, bantuan yang telah disalurkan sejak awal tahun tersebut ditekankan akan tetap mengikuti aturan pusat.

Lurah Cilinaya, I Gusti Agung Nugrahini menyebut penyaluran BST tersebut secara umum ditetapkan selama empat bulan. “Itu info trakhir yang kita dapat dari Koordinator di Kantor Pos, April ini terakhir. Tidak mungkin berbeda-beda, karena ini bantuan pusat,” ujarnya kepada Suara NTB, Senin, 19 April 2021.

Iklan

Hal tersebut disampaikan mengingat banyak masyarakat yang berharap penyaluran BST dapat diperpanjang. Selain itu, banyak juga masyarakat yang belum terakomodir menanyakan apakah data keluarga mereka masuk sebagai penerima manfaat.

Menurut Nugrahini, hilangnya beberapa nama kepala keluarga (KK) dari daftar penerima merupakan wewenang pemerintah pusat. Terlebih Dinas Sosial (Disos) Kota Mataram telah melakukan verifikasi dan validasi ulang untuk semua penerima bantuan di Kota Mataram.

“Jadi kalau ada yang menanyakan kenapa namanya di (pencairan) bulan Maret dan April hilang bisa berkoordinasi langsung dengan Dinas Sosial,” jelasnya. Pencairan BST di Kelurahan Cilinaya sendiri telah dilakukan sebanyak dua kali. Antara lain untuk 143 KK pada Januari – Februari dan 116 KK pada Maret – April.

Seluruh proses pencairan sendiri diakomodir di Kantor Kelurahan. Hal tersebut salah satunya untuk mempermudah warga menerima bantuan sebesar Rp300 ribu per bulan. “Penyalurannya kita di Kelurahan Cilinaya dari awal memang di kantor kelurahan. Supaya aman saja,” ujar Nugrahini.

Di sisi lain, pihaknya berharap masyarakat tidak terlalu bergantung pada bantuan tunai dari pemerintah pusat. Terlebih perputaran ekonomi di Kota Mataram mulai bergerak kembali, sehingga unit-unit usaha mulai dibuka dan membutuhkan tenaga kerja.

Momentum tersebut diharapkan dapat dilihat sebagai peluang untuk memiliki sumber penghasilan yang lebih stabil. Terutama dalam proses penanggulangan dampak pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

“Karena pandemi ini di awal memang ekonomi (masyarakat) sangat terdampak, tapi sekarang dengan sudah dibukanya tempat-tempat wisata, toko, dan sebagainya perputaran ekonomi itu mulai bangkit. Ini adalah kesempatan buat kita, karena Kelurahan Cilinaya ini juga pada dasarnya adalah kawasan bisnis,” tandas Nugrahini. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional