Tidak Ada Hotel di Mataram yang Gelar Malam Pergantian Tahun

Ilustrasi Perayaan Tahun Baru

Mataram (Suara NTB) – Usaha hotel di Mataram kompak tidak menggelar perayaan malam pergantian tahun 2020 2021. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi arahan Walikota Mataram, H. Ahyar Abduh, terkait upaya menekan potensi penularan virus corona (Covid-19) saat malam pergantian tahun.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Yono Sulistyo, menerangkan hal tersebut telah disepakati saat pertemuan antara General Manager (GM) hotel se-Kota Mataram. Hotel-hotel di Mataram tidak ada yang merayakan pesta pergantian tahun secara meriah seperti tahun-tahun kemarin. Kemarin kita sudah kumpul semua GM dan sepakat hotel di Mataram hanya akan menyediakan paket reguler untuk makan malam, ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 29 Desember 2020.

Diterangkan, paket reguler yang dimaksud adalah paket makan malam untuk tamu-tamu yang menginap di hotel. Jadi hotel mengupayakan tamu tidak perlu keluar lagi saat malam pergantian tahun. Karena takutnya kena traffic jam (macet) kemudian ada potensi kecelakaan dan lainnya, jelasnya.

Terkait imbauan Walikota untuk peniadaan perayaan malam pergantian tahun sendiri disebut Yono telah sama-sama dipahami oleh pelaku usaha. Termasuk untuk tidak melakukan perayaan dengan pembakaran kembang api seperti tahun-tahun sebelumnya.

Dari arahan yang diterima pihaknya kegiatan saat malam pergantian tahun memang masih diperbolehkan untuk paket-paket reguler. Di mana kapastias tamu juga dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas normal di masing-masing hotel.
Hal tersebut berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana hotel kerap membuat paket komplit untuk perayaan malam pergantian tahun.

Kalau dulu sebelum ada covid setiap malam pergantian tahun kita ada paket khusus mulai dari kamar include (termasuk) makam malam dan acara perayaan yang sudah lengkap susunan acaranya. Kalau sekarang kita hanya ada paket mingap dan dinner (makam malam) yang jam 10 juga sudah selesai, ungkap Yono.

Dicontohkan seperti Hotel Astoria Mataram yang sebelumnya sempat membuat paket perayaan malam pergantian tahun. Namun setelah dikonfirmasi kembali oleh pihaknya paket tersebut dibatalkan untuk memenuhi imbauan dari Pemkot Mataram. Dulu sempat dipasang di sosmed iklannya, tapi ternyata itu tidak bisa dan kita (pelaku usaha, Red) tidak mau melanggar apa yang sudah diatur oleh pemerintah daerah, jelasnya.

Di sisi lain, dampak libur tahun baru 2020-2021 terhadap okupansi hotel di Kota Mataram diakui masih cukup kecil dibanding tahun sebelumnya. Di mana sampai akhir tahun tingkat hunian kamar diproyeksikan hanya mencapai 50-60 persen.
Ini memang agak pelan (peningkatan okupansi) buat kita hotel di Mataram. Kalau di Senggigi kami lihat itu malah sudah banyak yang full booking, ujar Yono. Terkait tidak diadakannya perayaan malam pergantian tahun sendiri disebutnya tidak menyebabkan pembatalan pesanan signifikan di masing-masing hotel. Ada pembatalan tapi cuma satu atau dua. Itu pun karena akses masuk dan keluar yang diperketat harus rapid antigen yang menyebabkan pembatalan itu, sambungnya.

Dampak libur akhir tahun sendiri diperkirakan akan berlangsung hingga 2-3 Januari mendatang. Selanjutnya, AHM memproyeksikan kunjungan tamu hotel akan didominasi oleh pelaku perjalanan bisnis yang mulai aktif di awal tahun. Kalau sudah masuk Januari mungkin kita bisa lebih aktif dibanding Senggigi. Cuma kalau periode libur seperti sekarang Kota Mataram memang bukan menjadi pilihan, jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Nizar Denny Cahyadi, menerangkan peniadaan perayaan malam pergantian tahun di Kota Mataram telah diatur melalui Surat Edaran Walikota. Selain itu, kegiatan di masing-masing hotel juga akan disesuaikan dengan Surat Edaran dari Gubernur NTB yang menekankan tidak boleh ada perayaan dalam bentuk apa pun.

Kemarin kita memberikan izin untuk beracara, tapi dengan protokol yang ketat. Cuma sekarang setelah ada SE Gubernur yang sama sekali tidak boleh (melakukan perayaan) kita koordinasikan lagi dengan pihak kepolisian, ujar Denny.

Diterangkan, untuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan di masing-masing hotel nantinya telah mendapat izin dari Satgas Covid-19 Kota Mataram. Untuk memastikan tidak ada hotel yang melanggar dengan melakukan perayaan malam pergantian tahun secara berlebihan, pihaknya akan melakukan patroli gabungan bersama TNI-Polri, Satpol PP Kota dan Satgas Covid-19 Kota Mataram. (bay)