THR Karyawan Dicicil, Disnaker Kota Mataram akan Turun Evaluasi Perusahaan

Hariadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) –Surat edaran Kementerian Ketenagakerjaan tak dipatuhi oleh perusahaan. Bentuk ketidakpatuhan itu di antaranya mencicil tunjangan hari raya (THR) keagamaan karyawan. Kebijakan perusahaan itu akan dicek dan evaluasi.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Hariadi mengaku, belum menerima laporan dari karyawan yang mengeluhkan tidak dibayar ataupun dicicil tunjangan hari raya (THR) keagamaan. Jika ditemukan kasus akan ditindaklanjuti dengan turun mengecek serta mengevaluasi perusahaan. “Kita akan turun bersama bidang HI,” kata Hariadi dikonfirmasi, Senin, 10 Mei 2021.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Nomor M/6/HK.04/IV/2021 diatur sejumlah ketentuan dalam pembayaran THR karyawan. Diantaranya, perusahaan harus membayar THR keagamaan paling lama tujuh hari sebelum hari raya. Pembayaran THR diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Sedangkan,pekerja yang telah bekerja lebih dari 12 bulan menerima THR keagamaan satu kali gaji.

Iklan

Perusahaan yang mampu secara finansial wajib membayar penuh dan tidak boleh mencicil THR karyawan. Faktanya, perusahaan tak mentaati aturan dengan mencicil THR karyawan. Hariadi menegaskan,perusahaan bisa saja mencicil THR karena faktor pandemi Covid-19. Kondisi pandemi ini juga tidak boleh dijadikan alasan. Perusahaan menurutnya, harus terbuka dan tidak boleh secara sepihak mengeluarkan keputusan. “Kalau ada perseteruan itu kita akan selesaikan secara bipatrit,” katanya.

Hariadi mengakui, tidak ada sanksi bagi perusahaan yang mencicil THR karyawan. Berbeda dengan tidak membayar akan dikenakan denda 5 persen. Secara administratif perusahaan harus melaporkan alasan mencicil THR karyawan. Hal itu sebagai bentuk transparansi. “Kita akan evaluasi. Silahkan karyawan laporkan saja jika ada THR dicicil tanpa melalui proses diskusi dan kesepakatan antara karyawan dengan perusahaan,” demikian kata Hariadi. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional