THR Anggota DPRD Kota Mataram Naik Seratus Persen

Mataram (Suara NTB) – Tidak saja aparatur sipil negara (ASN) yang panen uang tahun ini. Para wakil rakyat juga merasakan hal sama. Tunjangan Hari Raya (THR) para anggota DPRD Kota Mataram bahkan naik 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di tahun 2017 lalu, THR yang diterima satu anggota Dewan sekitar Rp4 juta hingga Rp5 juta. Tahun ini, mengalami peningkatan berkisar Rp10 juta/ anggota. Menurut Sekretaris DPRD Kota Mataram, Lalu Aria Dharma, kenaikan ini tidak terlalu signifikan. Sebab, para Anggota Dewan mendapatkan nominal itu karena digabung dengan gaji 13 dan 14.

Iklan

“Kalau THR itu kecil kalau dibandingkan dengan gaji pokok dan tunjangan bulanan. Yang jelas ada kenaikan tapi tidak signifikan,” kata Aria dikonfirmasi, Rabu, 6 Juni 2018. Kenaikan ini pun tidak bombastis seperti dirasakan oleh kalangan aparatur sipil negara.

Disebutkan Aria, satu wakil rakyat tahun ini mendapatkan THR Rp 10 juta. Jika dikalkukasi dengan total wakil rakyat di Lingkar Selatan, total anggarannya sekitar Rp400 juta lebih. “Kalau totalnya perlu saya tanya bendahara dulu. Tapi itu saja, Rp10 juta kali 40 anggota Dewan,” pintanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram, Drs. H.M. Syakirin Hukmi juga tidak menyebutkan secara detail total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang tersedot untuk membayar THR anggota Dewan. Kata dia, berdasarkan Peraturan Pemerintah bahwa Pegawai Negeri Sipil, TNI dan Polri serta pejabat negara lainnya mendapatkan tunjangan.

“Artinya, Dewan kan pejabat Negara, jadi mereka juga dapat. Kalau totalnya berapa saya ndak hafal angkanya,” timpal Syakirin.

Pendapatan diperoleh wakil rakyat juga dari gaji pokok, tunjangan keluarga, biaya komunikasi, tunjangan kinerja dan tunjangan jabatan. Nomenklatur itu sudah jelas diatur, sehingga termasuk dalam tunjangan hari raya. Syakirin mengaku, porsi yang didapatkan anggota Dewan berbeda – beda. Tergantung posisi mereka di DPRD Kota Mataram. (cem)