TGNR Survei Ulang Jalur Pendakian Rinjani

Ilustrasi Survei Ulang Jalur Pendakian Rinjani  (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB)  – Gagal menuntaskan survei pada akhir Maret lalu, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengagendakan pengecekan ulang jalur treking Rinjani. Tujuannya untuk memastikan titik longsor dan kerusakan jalur dari empat jalur ke Danau Segara Anak.

Kepala BTNGR Sudiyono akhir pekan kemarin mengatakan, empat jalur yang akan dilakukan survei ulang itu diantaranya, Aik Berik, Timba Nuh, Senaru, dan juga Sembalun. ‘’Untuk waktu pelaksanaannya, kami belum dapat menargetkan. Masih dalam penjadwalan,’’ ujar Sudiyono.

Iklan

Keinginan pihaknya survei ulang ini dilakukan lebih cepat. Namun harus ada pertimbangan cuaca dengan koordinasi ke Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Terlebih saat ini kondisi cuaca sedang berpotensi hujan lebat, sehingga membahayakan bagi tim survei.

Terlepas soal waktu, namun dalam perencanaannya, peninjauan ulang jalur pendakian di dalam kawasan taman nasional itu, untuk memetakan situasi dan kondisi jalur pascagempa melanda Pulau Lombok Juli  dan Agustus 2018 lalu.

‘’Bagaimana kondisi jalur yang lama, apakah rawan atau tidak. Kemudian apakah butuh dibuka jalur baru, lewat mana baiknya, itu semua tujuan dari survei kita, membuat peta jalur,’’ paparnya.

Sebelumnya survei BTNGR dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Dinas Pariwisata, Basarnas, TNI, Polri, dan juga Trekking Organizer (TO). Agenda yang sama sudah dalam pembahasan.

Dari hasil pembahasannya, peninjauan ulang pun telah dijalankan oleh seluruh pemangku kepentingan. Setiap perwakilan, ikut serta dalam pendakian yang dilaksanakan pada Sabtu 16 Maret lalu.

Namun musibah gempa kembali terjadi pada Minggu, 17 Maret 2019. Gempa dengan kekuatan 5,8 SR, memaksa tim meninjau ulang yang sedang berada di dalam kawasan Gunung Rinjani kembali turun.

Meski demikian, tim yang berangkat dari dua jalur pendakian, yakni dari gerbang Senaru, Kabupaten Lombok Utara, dan gerbang Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, sudah mendapatkan gambaran dari kondisi sebagian jalur pendakian.

‘’Untuk tim yang berangkat dari Sembalun, cuma dapat  sampai mata air dibawah bukit Pelawangan saja. Jadi memang banyak jalur yang harus diperbaiki,’’ kata Sudiyono. (ars)