TGB Sindir Bupati Lotim yang Tidak Hadir di Penyerahan DIPA

Mataram (suarantb.com) – Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Muh. Ali Bin Dachlan kembali absen dari kegiatan yang dilaksanakan Pemprov NTB. Termasuk, saat prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Petikan APBN 2017 di Gedung Graha Bakti Praja, Senin, 19 Desember 2016. Akibat ketidakhadiran bupati untuk penerimaan DIPA tersebut, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi pun melontarkan sindiran.

Sindiran ini disampaikan saat TGB menyinggung tentang pembagian Dana Desa. Dimana Lombok Timur menjadi kabupaten penerima Dana Desa terbanyak di NTB sejumlah Rp 209 miliar. Namun, Bupati yang bersangkutan justru tidak hadir. TGB pun melontarkan sindiran atas ketidakhadiran ini.

Iklan

“Jangan di alam gaib teruslah, sekali-sekali pindah ke alam nyata. Karena kita bekerja di alam nyata untuk membangun daerah,” sindir Gubernur dalam kesempatan tersebut.

Sementara, Sekda NTB, H. Rosiady Sayuti menyampaikan, pihaknya akan mempertimbangkan penundaan dana transfer untuk Lotim. “Ketika daerahnya tidak pro aktif begitu, ya dipertimbangkan dana transfernya ditunda,” ujarnya.

Rosiady menyebutkan, penundaan tersebut memungkinkan untuk dilakukan. Terlebih lagi jika ada kebijakan yang dikeluarkan oleh gubernur. Penundaan ini diharapkan dapat menjadi pelajaran juga bagi kepala daerah lainnya. “Karena penyerahan DIPA ini kan prosesi yang diwajibkan oleh Bapak Presiden,” imbuhnya.

Seluruh pimpinan kabupaten/kota di NTB diwajibkan hadir, karena dalam acara tersebut gubernur juga menyampaikan pesan dari Presiden Joko Widodo. Untuk itulah para bupati/walikota diwajibkan hadir dalam acara tersebut.

“Wajib hukumnya mereka hadir, karena di situlah gubernur akan menyampaikan apa yang disampaikan Bapak Presiden di Jakarta. Kalau tidak hadir, kan tidak bisa dengar langsung. Jadi acara ini sangat penting,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan dana desa dan Lotim sebagai penerima terbanyak sebesar Rp 209 miliar.

Dikonfirmasi terkait ketidakhadiran Bupati Lotim, Kabag Humas dan Protokol Setdakab Lotim, Ahmad Subhan, menjelaskan bahwa pihaknya telah memperoleh konfirmasi dari Kasubbag TU pada bagian Umum Setda Lotim. Melalui Kasubbag Protokol, pihaknya mendapatkan informasi bahwa undangan dikirim melalui email dari Pemprov NTB. Celakanya, undangan itu tidak masuk dalam kotak pesan, melainkan di fitur spam email. Dengan kata lain, undangan tersebut tidak masuk ke inbox email.

Kasubag TU baru mengetahui ada undangan yang dikirim ke email setelah pihak Pemprov NTB meminta konfirmasi kehadiran Bupati Lotim tadi pagi sekitar pukul 09.00 WITA. Saat itu juga, email langsung dicetak dan disampaikan ke Bupati dan segera mendapat disposisi, bahwa Bupati akan diwakili oleh kepala Bappeda.

“Jadi surat apapun tidak ada yang terlambat penyelesaian oleh bupati. Tadi bupati tidak bisa hadir, disamping surat terlambat, karena ada acara yang sudah teragenda dengan masyarakat sehingga diwakilkan kepada kepala Bappeda Lotim,” ujarnya. (ros/rus)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here