TGB Sebut Retail Modern Berperan Tingkatkan Kemiskinan NTB

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi menyatakan retail modern mengambil peran dalam peningkatan angka kemiskinan di NTB. Demikian disampaikannya di Gedung Graha Bakti Praja, Selasa, 7 Maret 2017. Menurut pantauan TGB, retail modern telah banyak menjamur di Pulau Lombok dan mulai memasuki Pulau Sumbawa. Hal yang jadi persoalan adalah lokasi berdirinya retail-retail modern ini.

“Saya lihat di beberapa tempat seperti sengaja ditempatkan di pusat-pusat perdagangan rakyat,” ungkapnya.

Iklan

Masyarakat yang sebelumnya aktif berdagang di sana, akhirnya tergusur oleh keberadaan retail modern tersebut. “Yang sebelumnya di situ masyarakat sekitarlah yang berperan aktif menjadi aktor utama untuk perkembangan ekonomi. Pedagang-pedagangnya masyarakat sekitar sana. Tapi digantikan oleh retail modern,” jelas TGB.

Penempatan retail modern di sana, dijelaskan TGB diberikan izin dengan alasan secara prosedural telah memenuhi seluruh persyaratan yang ada. Namun, pemberi izin lupa bahwa ada norma dalam melaksanakan pembangunan daerah. Dimana seharusnya keputusan perangkat daerah tidak boleh menciptakan ketimpangan atau meningkatkan angka kemiskinan.

“Tidak boleh kita sebagai perangkat negara menciptakan ketimpangan. Justru tugas kita sebagai pemerintah di daerah untuk bisa mengurangi kesenjangan yang ada di tengah masyarakat,” jelasnya.

Angka kemiskinan di NTB memang terbilang masih tinggi, mencapai angka 16,02 persen saat ini. Dan ditargetkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB hingga 2018 angka tersebut bisa turun menjadi 12,25 persen. Jadi target penurunannya sebesar 3,77 persen dalam dua tahun.

Sementara untuk gini rasio atau ketimpangan di NTB masih di bawah rata-rata nasional yaitu 0,36 sementara nasional 0,41. “Tapi kalau kita tidak hati-hati ya bisa naik,” ucap TGB. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here