TGB: Kirim Beras ke Luar Daerah Tindakan Tak Terpuji

Mataram (suarantb.com) – TNI baru-baru ini berhasil menggagalkan upaya pengiriman beras seberat 21 ton ke luar daerah oleh oknum pengusaha. Dikonfirmasi awak media, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengaku akan menginterogasi pihak Bulog.

“Nanti kita tanya Bulog itu. Nanti saya ceklah, baru tahu juga,” jawabnya singkat, ditemui di Pendopo Gubernur, Jumat, 5 Mei 2017.

Iklan

Tindakan mengirim beras ke luar daerah dengan mengabaikan keperluan daerah sendiri dinilai TGB termasuk tindakan tidak terpuji. Jika alasan pengusaha karena lebih menguntungkan, ia menampik hal tersebut.

“Gimana lebih menguntungkan, kan ada biaya ongkos. Harga beras di sini kan relatif sama dengan di luar. Karena ongkos transportasi kan jatuhnya pasti lebih mahal. Menurut saya tidak benar itu kecuali ada permainan harga lain lagi urusannya,” lontarnya.

TGB menuturkan selama ini Bulog memang diisukan lebih berpihak kepada pengusaha daripada petani. Kinerja Bulog NTB juga dinilainya masih belum sesuai dengan yang diharapkan. “Selalu isunya kan Bulog lebih senang dengan pengusaha dibanding dengan petani. Kemudian kinerja juga belum sesuai dengan yang kita harapkan,” katanya.

Usaha pengiriman beras ke luar daerah yang berhasil digagalkan TNI tersebut terjadi Kamis kemarin, 4 Mei 2017. Truk pengangkut beras dari gudang UD Bintang ABC yang berangkat dari Desa Mujur Kecamatan Praya Timur tersebut dihentikan oleh Bhabinsa Koramil 1620-08/Praya Timur, Koptu dan Danramil 1620-08/Praya Timur Kapten Kav Lalu Rohandi saat melintas di Bundaran Patung Sapi, Gerung Lombok Barat.

Setelah dibongkar, ternyata truk kontainer tersebut berisi 21 ton beras yang rencananya akan dikirim ke Surabaya, Jawa Timur. Untuk keperluan penyelidikan, truk ini sementara waktu ditahan di Kodim 1606/Lombok Barat. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here