TGB : JPN Sudah Siap Tagih Utang Multi Capital

Mataram (Suara NTB) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, penyelesaian pembayaran dana penggantian investasi atau uang hasil penjualan saham enam persen PT. Daerah Maju Bersaing (DMB) tinggal Rp 100 miliar. Ia mengatakan, sisa pembayaran saham tersebut harus tuntas bulan ini.

“Kita akan kejar terus. Dan saya berharap, saya sudah tegaskan betul kepada Direktur PT. DMB, masalah ini sudah menjadi fitnah dan luar biasa,’’ kata gubernur ketika dikonfirmasi usai rapat paripurna di DPRD NTB, Selasa, 8 Mei 2018 siang.

Iklan

Karena sudah menjadi fitnah yang luar biasa. Maka soal tunggakan atau utang PT. Multi Capital yang menjadi mitra PT. DMB dalam mengakuisisi saham 24 persen PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT) itu harus segera diselesaikan.

Menurutnya, persoalan ini banyak menimbulkan spekulasi dan tuduhan-tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya sebagai gubernur. “Karena banyak menimbulkan  spekulasi, tuduhan-tuduhan termasuk kepada saya. Saya minta harus bulan ini selesai,” tegas Tuan Guru Bajang (TGB) – sapaan akrab Gubernur NTB dua periode ini.

Ditanya mengenai penggunaan Jaksa Pengacara Negara (JPN) dalam penagihan sisa dana penggantian investasi atau hasil penjualan saham itu. Gubernur mengatakan hal itu dilakukan secara paralel.

“Jadi kita sudah mengaktifkan kejaksaan, jaksa pengacara negara (JPN) itu sudah standby,” terangnya.

TGB mengatakan saat ini proses penyelesaian tunggakan atau utang PT. Multi Capital itu sedang berjalan. Terlambatnya penyelesaian tunggakan ini akibat kendala teknis. “Dalam artian proses transfernya membutuhkan beberapa hari. Itu yang kita lihat beberapa hari ke depan,” tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Utama PT. DMB, H. Andy Hadianto, SH, MM menyebutkan  uang hasil penjualan enam persen saham atau yang disebut dana penggantian investasi sudah masuk sebesar Rp 618 miliar lebih. Perusahaan Group Bakrie, yakni PT. Multi Capital masih berutang sebesar Rp 100 miliar.

Andy menjelaskan, secara keseluruhan total dana penggantian investasi atau hasil penjualan saham yang diberikan anak perusahaan Group Bakrie ke DMB sebesar Rp 718 miliar lebih, termasuk utang dividen dan advance dividen. Untuk utang dividen dan advance dividen sebesar Rp 221 miliar telah diberikan ke masing-masing Pemda.

Yakni Pemprov NTB, Pemda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) dan Pemda Kabupaten Sumbawa. Dari Rp 718 miliar dana penggantian investasi itu, PT. Multi Capital telah menyelesaikan kewajibannya sebesar Rp 618 miliar atau 86 persen. Sisanya, sebesar Rp 100 miliar akan 14 persen akan ditransfer dalam jangka waktu satu sampai dua minggu ke depan. (nas)