TGB Ingin NTB Lepas dari Ketergantungan Produk Impor

Mataram (suarantb.com) – Gerah dengan masih banyaknya produk impor yang masuk ke daerah, Gubernur NTB, Dr TGH M Zainul Majdi menyatakan keinginannya agar dalam pembangunan di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan di masa mendatang NTB bisa perlahan terlepas dari ketergantungan pada produk impor. “Jadi NTB harus bisa menciptakan pertanian, apakah itu termasuk sistem pengolahannya atau tidak, yang bisa mengurangi ketergantungan kita sebagai bangsa terhadap produk impor,” ujarnya di hadapan seluruh undangan dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Mataram, Kamis, 6 April 2017.

Penguatan produk lokal ini termasuk dalam kriteria revitalisasi pertanian, perkebunan dan peternakan untuk menurunkan angka kemiskinan NTB. Menurutnya, revitalisasi utamanya harus mengedepankan produk lokal. “Jadi apa yang memang tertanam di sini, tumbuh di sini dan dihasilkan di sini itulah yang kita coba produksi. Yang sedapat mungkin untuk bisa mensubstitusi komoditas impor yang masuk ke daerah,” jelasnya.

Iklan

Sebagai contoh ia menyebutkan praktik penanaman kentang di Sembalun dan penanaman jagung dan tebu di Dompu. Dimana komoditas tersebut merupakan bahan yang banyak dikonsumsi masyarakat. Namun, sayangnya masih banyak masyarakat yang mengimpor dari luar.

“Sembalun dengan kentangnya yang kita produksi untuk mengurangi impor, Dompu dengan jagung dan tebunya. Termasuk juga Lotim dan Loteng dalam industri tembakau virginia juga sebenarnya berkontribusi kian tahun untuk menurunkan dan menjaga agar tidak terjadi impor tembakau,” ungkapnya.

Meski demikian, TGB sangat mengharapkan revitalisasi di tiga sektor tersebut bisa menjadi langkah besar. Selain membangun NTB juga turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan nasional. “Mari kita berkontribusi dengan apa yang kita bangun tidak hanya untuk kemajuan NTB, tapi juga untuk kebutuhan nasional kita,” tambahnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here