TGB Ingin Ada Kendaraan Listrik di Kawasan Mandalika

Mataram (suarantb.com) – Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi sepertinya kepincut dengan ide  pembangunan hijau di NTB. Pasalnya TGB juga tertarik menempatkan kendaraan listrik di kawasan wisata Mandalika, setelah kegiatan pembangunan di kawasan tersebut rampung.

Tak hanya kendaraan listrik, TGB ingin semua fasilitas yang ada di Mandalika berkonsep ramah lingkungan.

Iklan

“Di dalam kawasan Mandalika itu kita harapkan ada penggunaan electric vehicle yang non polusi. Sumber listriknya dari solar panel misalnya. Airnya itu dari penyaringan air laut bukan menggunakan sumur bor yang bisa merusak struktur tanah,” paparnya, Rabu, 29 Maret 2017.

Implementasi rencana pembangunan hijau di NTB sesuai dengan tren dunia saat ini. Dimana negara-negara lain berlomba-lomba melakukan pembangunan yang memperhatikan daya dukung lingkungan. Sebab mereka sadar, bumi adalah modal utama pembangunan.

TGB mengakui kunjungannya ke Pulau Jeju Korea Selatan dua pekan lalu untuk memenuhi undangan sebagai pembicara di International Green Island Forum. Sekaligus meletakkan NTB sebagai salah satu daerah yang mempunyai komitmen dalam penerapan pembangunan hijau.

“Penting betul bagi kita di NTB karena ini provinsi kecil, jadi harus ada kepeloporan untuk menempatkan kita di mata dunia. Ketika nanti ke depan konsep pembangunan hijau itu semakin kuat, maka NTB sudah bisa mengatakan bahwa kami punya inisiatif-inisiatif,” jelasnya.

Pada kesempatan itulah TGB menjelaskan sekelumit konsep pembangunan hijau di NTB yang akan diimplementasikan di Mandalika. Ditambah pula mempromosikan Rinjani sebagai global geopark, yang merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem. Pengembangan kawasan wisata ramah lingkungan seperti Gili Trawangan juga tak lupa disebutkan TGB.

Diakui TGB, penyampaian inisiatif ini ditujukan agar NTB dikenal sebgai daerah yang sudah mengadopsi pembangunan hijau.

“Dengan demikian kita harapkan dukungan dari luar juga akan semakin bagus dan kuat. Karena kita tahu bahwa kapasitas membangun kita di NTB ini perlu support dari luar juga. Dalam bentuk pengalaman maupun investasi yang ramah lingkungan,” imbuhnya. (ros)