TGB dan Ahda Bertemu Bahas Pilkada Mataram

Calon Wakil Walikota Mataram, Badruttamam Ahda, LC bertemu dengan mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi alias TGB di kediaman TGB di Mataram, Kamis, 15 Oktober 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Calon Wakil Walikota Mataram, Badruttamam Ahda, LC bertemu dengan mantan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi alias TGB di kediaman TGB di Mataram, Kamis, 15 Oktober 2020. Dalam pertemuan tersebut, Ahda bermaksud meminta pesan atau wasiah dari TGB terkait dirinya yang berkontestasi di Pilkada Kota Mataram 2020.

“Tiang butuh wejangan, pesan atau wasiah, sebagai junior yang kini sedang berada dalam ikhtiar politik Kota Mataram,” kata Ahda membuka percakapan bersama seniornya di kampus Al-Azhar Mesir tersebut.

Iklan

Menanggapi itu, TGB berpesan kepada Ahda, agar calon wakil walikota nomor urut tiga tersebut menjalani prosesnya dengan ikhlas: “Setiap perjalanan itu pasti ada hikmahnya. Kalau berhasil, berarti itu yang terbaik. Kalau pun belum tercapai, berarti itu bisa dijadikan pelajaran. Jalani saja prosesnya dengan ikhlas,” ujar TGB.

Ahda kemudian bertanya lagi bagaimana seorang muslim harus memposisikan diri dalam konteks politik. Hal tersebut ditanyakannya karena mengingat TGB pernah menjabat sebagai seorang Gubernur, tapi juga terus berdakwah.

“Mengingat riwayat Tuan Guru yang pernah diamanahi sebagai Gubernur, sembari juga tetap terus berdakwah, tiang merasa harus belajar banyak dari Tuan Guru,” ungkap sosok muda yang kerap dijuluki Ustadz Kairo tersebut.

Dalam pertemuan tersebut Ahda dan TGB sempat berkelakar menggunakan bahasa Arab. Sebelum kemudian TGB menanggapi apa yang disampaikan oleh Ustadz Ahda.

“Ahda harus menjadi Ahda sendiri. Dengan ide, gagasan dan segala yang melekat pada diri Ahda. Namun kalau saya berpendapat, Ahda berpotensi untuk mengisi satu ruang kosong di perkotaan, yakni Muslim Muda Perkotaan,” jelas TGB membawa santai perbincangan.

“Ahda bisa mewakili generasi muda muslim yang mengerti tentang kota. Tumbuh dan berkembang di kota metropolitan namun dengan pengetahuan agama yang kuat,” lanjutnya.

Berkaitan dengan itu, TGB menyinggung semangat belajar agama kelas menengah perkotaan yang sedang tinggi-tingginya. TGB berpesan juga kepada Ahda, agar iklim beragama di perkotaan jangan sampai dibawa ke cara-cara yang dapat memberi citra buruk terhadap agama Islam.

“Seperti kata Sayyidina Umar; jangan bikin Allah dibenci oleh hamba-hambanya. Karena itu, dakwah terbaik di Indonesia ya dengan wasatiyyah,” jelas TGB.

Dalam pandangan TGB, cara berpikir wasatiyyah, atau dalam pengertian umum adalah berpikir proporsional atau moderat. lanjut TGB, bila cara berpikir seperti ini cenderung dihindari, maka hal tersebut bisa berpengaruh terhadap arah Indonesia selanjutnya.

“Kalau pandangan Islam tidak lagi moderat, bisa berubah arah Indonesia ini,” tegasnya.

Senada dengan pendapat TGB, Ahda menanggapi bahwa tekad yang memang perlu dibawa baik oleh dirinya maupun masyarakat secara umum adalah membumikan perdamaian dalam bersosial dan bernegara. Hal ini erat juga kaitannya dengan prinsip almamater Al-Azhar, yakni membumi. Menjadikan agama sebagai perekat umat.

“Insyaallah itu yang akan kita ikhtiarkan Tuan Guru, membumikan perdamaian. Wasatiyatul Islamiyah, menjadikan agama sebagai perekat umat, bukan justru sebaliknya. Insyaallah,” kata Badruttamam Ahda, LC.

Didampingi Calon Wakil Walikota Mataram Badruttamam Ahda, LC, TGB menutup pertemuan tersebut dengan memberikan pesan kepada publik melalui video singkat.

Dalam rekaman tersebut, TGB mengatakan: “Semua kegiatan, aktivitas individu maupun kolektif kita, itu kita niatkan untuk ibadah, dan termasuk juga perhelatan Pilkada kedepan untuk Mataram ini, juga bagian dari ibadah kolektif kita untuk membangun kota Mataram. Harapan saya, semoga Pilkadanya aman, damai, dengan suasana penuh persaudaraan. Insyaallah semua berkomitmen untuk kebaikan,” pungkasnya. (tim)