TGB Berpeluang Besar Berkiprah di Tingkat Nasional

Mataram (suarantb.com) – Usai menjabat kepala daerah pada 2018 nanti, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA atau yang lebih akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) dinilai berpeluang besar untuk berkiprah di level nasional.

Banyaknya prestasi yang dibarengi dengan kecerdasan mumpuni di luar basis massa yang besar dan kuat dinilai menjadi modal yang besar bagi TGB untuk berkiprah di level nasional pasca menjabat kepala daerah nanti.

Iklan

Salah satu indikator yang menguatkan pandangan tersebut adalah semakin seringnya cucu pendiri organisasi keagamaan Nahdlatul Wathan (NW) tersebut muncul pada perhelatan nasional dan internasional. Baik sebagai ulama maupun sebagai kepala daerah. Selanjutnya, kapasitas sebagai salah satu cendekiawan muslim juga menjadi hal lain yang pantas mendapat apresiasi pemerintah pusat.

Pandangan tersebut disampaikan Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Mataram yang juga peneliti Pusat Kajian Pancasila dan Konstitusi (PUKAPAKU) Yogyakarta, Rizal Umami, MH kepada suarantb.com, Jumat, 28 Oktober 2016.

Menurutnya, kepiawaian TGB baik sebagai pemimpin umat, cendekiawan maupun sebagai politikus merupakan modal besar untuk dilirik pemerintah pusat berkiprah ke tingkat nasional.

“Sangat pantas seorang TGB maju ke level nasional. Paling tidak sebagai menteri untuk membantu mensukseskan semangat gaung revolusi mental di pemerintahan Jokowi. Indonesia butuh tindakan nyata bukan hanya kata-kata, paling tidak dengan pribadi yang santun dari seorang hafiz Al-Qur’an dengan dibarengi ahli tafsir lulusan universitas tertua di dunia cukup bagi saya pribadi menilai beliau akan sangat mampu menyelesaikan permasalahan mental bangsa yang masih belum ada benang merahnya. Ia sebagai salah satu konseptor sangat dibutuhkan oleh Indonesia,” ujarnya.

Rizal menyebut, peran TGB yang dinilainya memiliki kemampuan tidak saja sebagai seorang ulama melainkan juga seorang konseptor tangguh tersebut sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia di tengah tantangan global yang semakin besar, baik dari sisi sosial, ekonomi maupun politik.

“Kalau dikaji lebih mendalam lagi, TGB ini sudah sangat layak untuk berada di nasional. Modal beliau berkiprah ke tingkat selanjutnya sangat banyak dan layak untuk diperhitungkan. Dia cerdas dan memiliki kharisma. NTB sebagai bukti nyata kepiawaiannya walau tingkat keberhasilannya tidak sampai 100 persen. Dia mampu mengelola pemerintahan dengan mengharumkan NTB di kancah Internasional melalui predikat wisata halal dunia,”ujarnya.

“Kita bisa lihat dengan dua kali terpilih sebagai Gubernur. Seandainya saja tidak terbentur pada fase jabatan mungkin masyarakat NTB akan memilihnya lagi menjadi Gubernur, pasti naik lagi dia,” tambahnya.

Menurut Rizal, selain memiliki basis masa yang besar dan kuat, TGB juga memiliki visi kebangsaan yang luas. Hal tersebut telah dipraktikkannya baik sebagai kepala daerah maupun sebagai seorang ulama di daerah yang masyarakatnya sangat heterogen seperti provinsi NTB.

“TGB itu jenius, ia tidak terjebak pada persoalan suku. Menurut saya ia sukses sebagai ulama di daerah yang masyarakatnya tidak hanya beragama Islam namun mampu mengelola agama-agama lain sehingga mendapatkan hak-haknya serta kenyamanannya,” katanya.

Ia melihat TGB dalam menjalankan roda pemerintahan selama ini telah berhasil merangkul semua golongan yang ada di NTB. Hal yang menurutnya cukup sulit dilakukan oleh seorang ulama yang notabene sebagai pemimpin umat Islam. (ast)