TGB Beri Konfirmasi Siap Divaksin Covid-19 yang Perdana

TGH. M. Zainul Majdi. (Suarantb/IG/ericamajdi)

Mataram (Suara NTB) – Selain Gubernur  NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur (Wagub), Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah, sebanyak 16 pejabat, tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga profesi kesehatan tingkat Provinsi NTB yang akan menjadi sasaran vaksinasi Covid-19 perdana pada 14 Januari mendatang. Salah satu di antaranya adalah Gubernur NTB periode 2008 – 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, M.A., atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Total ada 18 orang yang akan divaksin perdana di tingkat provinsi. Pemprov NTB telah mengirim surat dengan No.005/03.1/Kesra/2021 perihal kesediaan mendapatkan vaksin perdana Covid-19 Provinsi NTB.

Kepala Biro Kesra Setda NTB, H. Masyhuri, S.H., yang dikonfirmasi Suara NTB, Jumat, 8 Januari 2021 membenarkan Pemprov NTB sudah menyurati 18 orang yang akan divaksin perdana pada 14 Januari mendatang.  ‘’Sudah kita surati. Isi surat itu memohon kesediaan dari para tokoh kita, para pejabat lingkup Pemprov mulai dari Gubernur, Wakil Gubernur, Sekda, beberapa kepala dinas yang menangani Covid-19.  Kemudian tokoh agama Islam, Hindu, Kristen,’’ ujar Masyhuri.

Berdasarkan pemberitahuan yang diterima, hampir seluruh pejabat, tokoh masyarakat dan pimpinan lembaga profesi kesehatan tersebut telah memberikan konfirmasi bisa ikut vaksinasi Covid-19. Berdasarkan hasil rapat secara virtual dengan Presiden beberapa hari lalu, untuk tingkat pusat, vaksinasi perdana dimulai 13 Januari.

Kemudian tingkat provinsi pada 14 Januari dan tingkat kabupaten/kota pada 15 Januari jika telah keluar izin dari BPOM untuk penggunaan vaksin. ‘’Insya Allah kita tanggal 14 Januari akan melaksanakan vaksinasi perdana. Mengenai waktu dan tempat saya belum dapat informasi,’’ terang Masyhuri.

Masyhuri mengatakan, TGB sudah memberikan konfirmasi siap untuk ikut vaksinasi Covid-19 perdana. ‘’TGB sudah siap. Kemudian yang lain sudah mengirimkan konfirmasi  ke saya sudah banyak, dari Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kalak BPBD, Pak Sekda, Pak Gubernur, Ibu Wagub sudah semua terkonfirmasi siap,’’ ungkapnya.

Selain TGB, beberapa tokoh agama juga sudah mengonfirmasi siap untuk divaksin perdana. Antara lain, Ketua PWNU NTB, Prof. Dr. H. Masnun Thahir, Ketua PW Muhammadiyah NTB, H. Falahuddin, S.Ag., M.Ag. ‘’Alhamdulillah sudah semua, tinggal beberapa yang belum saya dapat konfirmasi sampai siang ini (kemarin),’’ katanya.

Masyhuri mengatakan, sesuai rapat bersama Presiden beberapa hari lalu, seluruh kepala daerah diminta untuk divaksin perdana. Untuk memberikan contoh kepada masyarakat dan memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksinasi sangat penting tetapi juga aman.

Sebanyak 18 orang yang akan divaksin perdan di NTB, antara lain Gubernur, Wagub, Sekda, Ketua DPRD NTB, Kapolda NTB, Danrem 162 Wira Bhakti, TGB, Dr. Falahuddin, Prof. Dr. Masnun, Ida Made Santi Adnyana, Lorensius Maryono. Kemudian, Kepala Dinas Kesehatan NTB, Kepala Pelaksana BPBD NTB, Kepala Dinas Sosial NTB, Direktur RSUD NTB, Ketua IDI NTB, Ketua PPNI NTB, dan Ketua IBI NTB.

Penyuntikan vaksin perdana akan diprioritaskan pada 3 kelompok. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nasional, Prof. Wiku Adisasmito menyebut kelompok 1 pejabat publik pusat dan daerah, kelompok 2 pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan pimpinan kunci institusi kesehatan di daerah dan kelompok 3 tokoh agama di daerah.

“Hal ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk menyediakan vaksin yang aman dan berkualitas bagi seluruh rakyat Indonesia, sekaligus mengajak masyarakat di Indonesia agar tidak ragu,” kata Wiku dalam keterangan yang diterima Suara NTB, Jumat, 8 Januari 2021.

Selanjutnya vaksinasi akan dilaksanakan secara bertahap dan merata. Serta untuk masyarakat yang masuk rentang lanjut usia dan menjadi prioritas juga ada bentuk komitmen pemerintah. Bentuk komitmen ini adalah menjamin hak kesehatan kepada seluruh golongan masyarakat secara menyeluruh.

Hal ini juga demi mencapai kekebalan komunitas atau kelompok dengan tetap memperhatikan kesesuaian jenis vaksin dan target sasaran. ‘’Untuk meminimalisir efek samping yang tidak diinginkan,’’ ujar Wiku. (nas)