TGB : Ayo Makan Singkong dan Kelor

Mataram (suarantb.com) – Bertepatan dengan Pencanangan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Nusa Tenggara Barat pada hari ini, Rabu, 29 Maret 2017, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau TGB mengajak masyarakat untuk kembali mengkonsumsi produk pangan lokal, seperti singkong dan daun kelor.

Tanaman singkong dan kelor terbilang sangat mudah ditemui hampir di seluruh wilayah NTB. Namun, diakui TGB persepsi yang berkembang di masyarakat membuatnya semakin jarang dikonsumsi di masyarakat. Bahkan, pada zaman dahulu singkong dianggap makanan tidak bergizi, yang gizinya kalah dari keju.

Iklan

“Dulu waktu kita kecil itu ada persepsi bahwa makanan lokal kita itu tidak bergizi. Dulu anak-anak yang dianggap kurang pintar pasti makanannya singkong, sedangkan anak-anak yang pintar makanannya keju. Tapi ternyata singkong itu sehat,” ungkapnya.

Demikian pula dengan tanaman kelor, yang kini menurutnya telah menjadi sayur yang tidak populer di NTB. Justru diakui TGB tanaman ini memiliki kandungan gizi yang sangat luar biasa. “Lebih baik kita makan kelor lagi. Karena ternyata katanya kelor itu kandungan gizinya luar biasa,” ajaknya. “Dulu kelor itu populer sekali d NTB, saya besar dari makan kelor. Tapi dalam 10-15 tahun terakhir anak-anak kita tidak ada yang mau makan kelor karena dianggap tidak bergengsi. Padahal orang tua kita yang punya semangat luar biasa dan telah membangun NTB itu biasa mengkonsumsi kelor,” ceritanya.

TGB terkenang saat masa kecilnya dulu, pohon kelor banyak tumbuh dimana-mana. Namun, saat ini telah banyak yang ditebang sebab masyarakat mulai jarang mengonsumsinya karena gengsi semata. Oleh sebab itu, TGB mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi dalam hal mengonsumsi makanan.

“Mari kita bangun persepsi yang sehat, yang baik bahwa Allah menempatkan kita di NTB dan memastikan tanaman yang tumbuh di NTB adalah tanaman terbaik untuk menjadi konsumsi pendukung gizi kita,” tandasnya. (ros)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here