Tewas Tergantung di Ventilasi, Polisi Periksa Pacar Korban

Ilustrasi Bunuh Diri

Mataram (Suara NTB) – Misteri kematian LNS (23) yang ditemukan meninggal tergantung di ventiliasi terus diselidiki. Polisi melakukan olah TKP. Selanjutnya, memeriksa saksi-saksi. Selain teman dekat, pacar korban RY (22) juga dimintai keterangan.

Kekasih korban merupakan penghuni rumah No. 2 Jalan Arofah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram, RY masih bertemu dengan korban pada Rabu pekan lalu.

Iklan

“Mereka ada perselisihan karena korban tidak terima pacarnya mau kuliah ke Yogya,” ungkap Kasatreskrim Polresta Mataram AKP Kadek Adi Budi Astawa dikonfirmasi Senin, 27 Juli 2020.

Dari keterangan RY juga didapati bahwa korban tinggal bersama kekasihnya itu sejak Selasa, 21 Juli lalu. Sehari kemudian, Rabu, 22 Juli 2020, korban kabur dari rumah kekasihnya itu setelah pertengkaran.

Sementara RY pada hari yang sama pulang ke Janapria, Lombok Tengah. Alasannya, hendak mengambil barang untuk persiapan berangkat ke Bali. “Saksi bersama ibunya mengantar adiknya untuk persiapan kuliah,” kata Kadek Adi.

RY kemudian menuju Bali, Kamis, 23 Juli 2020. Sejak saat itu, korban sudah mulai sulit dihubungi. Pesan instan tidak pernah dibalas. Begitu juga dengan telepon. Sampai kemudian pada Sabtu, 25 Juli 2020, RY meminta tolong TT (22) untuk mengecek rumahnya. Dari situ lah, LNS ditemukan sudah tidak bernyawa.

Kadek Adi menjelaskan tim identifikasi mengolah TKP di mana jasad LNS tergantung di ventilasi. Ditemukan kursi, tali warna oranye, serta pintu yang memang dalam keadaan sudah rusak, serta pintu gerbang yang tidak bergembok. “Tidak ada barang-barang yang hilang menurut pengakuan saksi RY ini,” ucapnya.

Saat ini, jenazah LNS masih tersimpan di ruang jenazah RS Bhayangkara Mataram. Tim dokter masih menyusun laporan hasil visum luar. Penyidik hanya bersandar pada hasil visum tersebut karena pihak keluarga menolak otopsi untuk mendalami secara medis penyebab kematian.

  Kasus Dermaga Gili Air 2017, Penyidik Siapkan Gelar Perkara Penetapan Tersangka

“Dari hasil sementara korban sudah meninggal lebih dari 24 jam setelah ditemukan. Hasil lengkapnya kita belum terima. Tapi nanti informasinya hanya akan di permukaan saja karena ini hanya visum luar. Tidak ada otopsi karena keluarga tidak mengizinkan,” terangnya. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here