Tetap Waspada, NTB Mulai Lakukan Pelonggaran untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata

H. Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov mulai melakukan pelonggaran akses masuk bagi pelaku perjalanan atau wisatawan yang berkunjung ke NTB. Salah satunya, tidak lagi mewajibkan pelaku perjalanan yang masuk ke NTB melalui moda transportasi udara dengan menunjukkan hasil swab PCR.

Namun, cukup menunjukan hasil rapid test antigen negatif Covid-19 dan kartu vaksin dosis kedua. Namun, bagi pelaku perjalanan yang baru divaksin dosis pertama, harus menunjukkan hasil swab PCR.

Iklan

‘’Ketika situasi Covid agak melandai dari sebelumnya, tentu eskalasinya, tensinya diturunkan. Seperti bagaimana memberikan kemudahan bagi orang yang ingin mengakses ke NTB. Surat edaran kita sesuaikan untuk pelaku perjalanan,’’ kata Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 6 September 2021.

Dengan harapan, kata Gita, kegiatan ekonomi masyarakat bisa bangkit lagi. Dengan adanya pelonggaran bagi pelaku perjalanan, kunjungan wisatawan ke NTB diharapkan kembali meningkat

‘’Anggaplah ini bagian dari proses adaptasi manakala nanti ada event World Superbike,’’ kata Gita.

Namun, Sekda NTB ini mengingatkan kebijakan pelonggaran akses masuk NTB tersebut jangan sampai membuat lengah. Sehingga ia meminta Pemda kabupaten/kota dan masyarakat jangan lengah.

‘’Itu dibuktikan dengan komitmen tetap mematuhi prokes (protokol kesehatan) di tempat publik. Kemudian Pemerintah berjuang untuk meningkatkan kuantitas vaksinasi,’’ ujarnya.

Meskipun ada pelonggaran, lanjut Sekda NTB ini, namun tetap harus waspada terhadap potensi peningkatan kasus Covid-19. Pasalnya, potensi peningkatan kasus seperti yang diperkirakan akademisi dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram cukup terbukti.

Sekda memberikan contoh, pada April 2020, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram pernah memprediksi angka kasus Covid-19 di NTB pada akhir 2020 akan mencapai 5.000 kasus. Pada waktu itu, banyak yang menyangsikan akan terjadi penambahan kasus sebanyak itu sepanjang 2020.

Namun, data menunjukkan sampai 31 Desember 2020, angka kasus Covid-19 di NTB mencapai 5.665 orang. Kemudian, pada awal 2021, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mataram memprediksi kasus Covid-19 di NTB pada 2021 akan mencapai 23.000 – 25.000 kasus.

Sampai tanggal 5 September 2021, data menunjukkan jumlah kasus Covid-19 di NTB telah mencapai 26.251 kasus. “Ini masih bulan September. Jangan sampai angka 23 -25.000 kasus tahun 2021 mendekati prediksi. Makanya, meski sudah melandai, kita tetap waspada,” tandasnya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional