Tetap Jalankan Prokes, PTM di Perguruan Tinggi Perlu Disiapkan

Mahfuddin Noor (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Kota Mataram meminta perguruan tinggi di Kota Mataram mulai mempersiapkan diri untuk memulai proses pembelajaran tatap muka (PTM). Hal tersebut dibutuhkan untuk memastikan seluruh syarat yang dibutuhkan telah dilengkapi jika PTM dimulai.

“Kita sekarang masih mengacu pada ketentuan PPKM level tiga. Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 37 tahun 2021 sudah diatur PTM untuk semua tingkatan level pendidikan, mulai dari SD sampai perguruan tinggi. Yang terpenting dilakukan sekarang, harus ada kesiapan untuk prokes (protokol kesehatan) dan pengaturan waktunya,” ujar Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Mataram sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Mahfuddin Noor, Kamis, 2 September 2021.

Iklan

Diterangkan, pihaknya siap membantu pengadaan logistik yang dibutuhkan perguruan tinggi untuk memulai PTM. Antara lain penyediaan tempat cuci tangan dan proses desinfeksi. Kendati demikian, hal tersebut masih perlu dikoordinasikan lebih lanjut.

“Kita akan intervensi nanti persiapan PTM itu, tapi perlu ada koordinasi. Karena perguruan tinggi di Kota Mataram itu banyak, dan satu perguruan tinggi sudah cukup luas (wilayahnya). Karena itu skema pencegahan dan desinfeksinya harus disiapkan lebih awal,” jelasnya.

Sesuai Inmendagri Nomor 37 tahun 2021 sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan dan pelatihan lainnya yang berada dalam zona hijau dan zona kuning melaksanakan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan pengaturan teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Untuk wilayah yang berada dalam zona oranye, melaksanakan pembelajaran di satuan pendidikan dapat dilakukan melalui pembelajaran tatap muka terbatas dan/atau pembelajaran jarak jauh berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/202l, Nomor 384 TAHUN 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Virus Disease 2019 (Covid-19).

Selain itu, bagi satuan pendidikan yang melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas dilaksanakan dengan kapasitas maksimal 50% (lima puluh persen). Aturan tersebut baru dapat diterapkan jika suatu daerah telah masuk dalam daftar PPKM level satu atau dua.

“Kita harapkan ada koordinasi soal ini sejak sekarang, supaya mengacu ke aturan dan ketentuan yang sudah ada. Misalnya, perlu diatur berapa lama PTM dilakukan, dan bagaimana sistemnya yang lain seperti jam masuk, jumlah peserta, dan lain-lain,” tandas Mahfuddin.

Sementara salah satu mahasiswa Universitas Pendidikan Mandalika Ahmad Yusron siap jika kampus tempatnya belajar menerapkan PTM. Dalam mendukung perkuliahan, dirinya sudah mengikuti vaksinasi yang digelar beberapa waktu lalu. Apalagi dirinya bolak balik Lombok Tengah – Mataram, vaksinasi merupakan satu kebutuhan di tengah pandemi Covid-19 ini.  (bay/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional