Tetap Disiplin Prokes, Waspadai Virus Corona Gelombang Kedua

Baiq Eva Nurcahyaningsih (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Satgas Covid-19 Provinsi NTB meminta masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Pasalnya, penularan virus Corona gelombang kedua diprediksi jauh lebih ganas karena telah mengalami mutasi.

‘’Kami mengajak disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan, gelombang kedua akan datang dengan virus yang lebih ganas lagi penularannya,’’ ujar Koordinator Bidang Perubahan Prilaku Satgas Covid-19 Provinsi NTB, Dra. Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, M. Si, Sabtu, 19 Desember 2020.

Eva menjelaskan, penularan virus Corona akan lebih ganas dari yang pertama. Karena virus tersebut sudah bermutasi. ‘’Karena itu, dalam setiap kesempatan, kita selalu mengingatkan masyarakat untuk selalu disiplin protokol kesehatan di manapun berada,’’ terangnya.

Akibat penambahan kasus Covid-19 belakangan ini, ruang ICU sudah mulai penuh. Masyarakat yang masuk ICU, biasanya karena terlambat datang ke fasilitas kesehatan.

‘’Sakit pilek dianggap biasa.  Tapi sebenarnya, kondisinya sudah melemah. Untuk itu, saya mengajak semua masyarakat untuk tetap disiplin terhadap protokol kesehatan,’’pesan Asisten I Setda NTB ini.

Jika melihat data Satgas Covid-19, kasus terkonfirmasi positif terus bertambah di NTB. Sampai Sabtu, 19 Desember 2020, jumlah masyarakat yang terpapar Covid-19 di NTB sudah mencapai 5.239 orang. Dengan rincian, 4.408 orang sudah sembuh, 269 orang meninggal dunia dan 562 orang masih dirawat atau isolasi.

Dari 562 pasien yang masih dirawat atau isolasi, paling banyak di Sumbawa sebanyak 169 orang, Kota Bima 79 orang, Bima 60 orang, Kota Mataram 59 orang, Dompu 52 orang, Lombok Timur 46 orang, Lombok Tengah 20 orang. Kemudian, Sumbawa Barat 13 orang, Lombok Barat 9 orang, Lombok Utara 4 orang, warga luar NTB 50 orang dan warga negara asing satu orang.

Selain itu, Satgas Covid-19 NTB juga mencatat 313 kasus suspek yang masih isolasi dan 63 kasus probable. Kasus suspek yang masih isolasi terbanyak di Lombok Barat 103 orang, Dompu 80 orang, Lombok Timur 59 orang, Sumbawa 35 orang, Bima dan Kota Bima masing-masing 13 orang, Lombok Tengah dan Lombok Utara masing-masing 5 orang. Sedangkan kasus probable terbanyak di Lombok Timur 62 orang dan Lombok Tengah satu orang. (nas)