Tes Urine, Suhaili Tepis Tudingan Jadi Pengguna Narkoba

Praya (Suara NTB) – Bupati Lombok Tengah (Loteng) H.M. Suhaili FT, Senin, 5 Desember 2016 menjalani tes urine bersama para pejabat lingkup pemerintah daerah setempat. Selain untuk mendeteksi peredaran narkoba di kalangan pejabat daerah. Tes urine ini sekaligus jawaban atas sejumlah tudingan miring terhadap Bupati Loteng yang disebut-sebut sebagai penguna narkoba.

Selama ini, aku Suhaili, dirinya banyak mendengar informasi kalau banyak kalangan yang menyebut dirinya menggunakan narkoba. Bahkan sampai-sampai ada pihak yang bersurat ke BNN Provinsi NTB supaya melakukan tes terhadap dirinya.

Iklan

“Nah dengan tes urine ini semoga menjawab semua tudingan miring tersebut, bahwa saya bukan pengguna narkoba,” ujar Suhaili, usai menjalani tes urine, di ruang kerjanya.

Ia menegaskan kalau dirinya tidak pernah bersentuhan dengan narkoba maupun minuman beralkohol. Apalagi tahu dan mengenal narkoba. “Saya ini Muslim. Dan, saya berani bersumpah jangankan menggunakan, menyentuh yang namanya narkoba saja tidak pernah. Termasuk minuman beralkohol,” tegasnya.

Bahkan Ketua DPD I Partai Golkar NTB ini, menyatakan siap untuk menjalani rangkaian tes narkoba lainnya untuk membuktikan sumpahnya ini. Apakah itu tes rambut maupun tes-tes lainnya, karena dirinya sangat yakin, tidak pernah menggunakan narkoba.

“Jangankan tes urine, tes rambut juga tidak masalah,” tegasnya dengan nada tinggi. Ia menegaskan, hal ini perlu dilakukan supaya masyarakat tahu kondisi sesungguhnya. Tidak kemudian termakan isu-isu yang tidak benar terhadap dirinya yang disebar oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Terpisah, Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP NTB, Anggraini Ninik M, mengatakan tes urine kali ini digelar atas permintaan Pemkab Loteng. Di mana total ada 48 pejabat, termasuk Bupati Loteng yang menjalani tes urine.

Tes urine itu dilakukan secara mendadak. Jadi tidak ada satupun pejabat lingkup Pemkab Loteng yang tahu akan ada tes urine, kecuali Sekda Loteng. “Jadi koordinasikan kita langsung dengan Sekda Loteng. Sehingga praktis tidak ada yang tahu akan ada tes urine,” terangnya.

Untuk hasil tes urinenya akan disampaikan melalui Sekda Loteng dan hasilnya, Sekda Loteng yang menindaklanjuti dengan tetap berkooordinasi dengan BNNP NTB. Termasuk perlakuan bagi pejabat lingkup Pemkab Loteng yang mungkin ada yang dinyatakan positif menggunakan narkoba.

“Kalau ada yang dinyatakan positif, nanti akan kita akan lakukan assessment. Untuk mengetahui apakah pejabat tersebut memang benar-benar menggunakan narkoba atau tidak,”  terangnya.

Pasalnya, bisa saja hasil tesnya menyatakan menggunakan narkoba. Tetapi itu karena pengaruh obat. Bukan murni karena penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan narkoba beda dengan menggunakan narkoba, karena pengaruh obat. “Kan bisa saja, karena sedangkan mengidap penyakit tertentu, pejabat bersangkutan harus mengkonsumsi obat yang ada kandungan narkobanya. Kalau itu ada, maka itu tidak masuk dalam kategori penyalagunaan narkoba,” tambah Anggraini. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here