Tes SKD CPNS Siap Digelar, Peserta Terlambat Satu Menit Langsung Gugur

Syamsul Buhari (Suara NTB/dok)

PELAKSANAAN tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS Pemprov NTB mulai digelar 23 September, hari ini sampai 19 Oktober mendatang. Panitia Seleksi tidak akan memberikan toleransi waktu bagi peserta yang terlambat datang ke lokasi tes meskipun hanya satu menit.

‘’Peserta SKD jangan sampai salah lihat jadwal. Telambat satu menit saja, ndak bisa masuk lokasi CAT, langsung gugur,’’ kata Kepala Bidang Informasi Kepegawaian BKD NTB, Drs. Syamsul Buhari, P.Si., M.Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Rabu (22/9) siang kemarin.

Iklan

Syamsul mengatakan, peserta SKD harus datang 60 menit sebelum jadwal. Ia memberikan contoh, pada seleksi kompetensi bidang (SKB) CPNS tahun lalu, ada salah satu pelamar untuk jabatan dokter spesialis anak yang digugurkan karena terlambat datang ke lokasi.
‘’Karena tahun kemarin saja kita ada dokter spesialis anak saat SKB CPNS (tahun lalu), telat semenit tak bisa masuk. Walaupun kita butuh dokter spesialis. Sesuai jadwal, 60 menit sebelum sesi peserta harus hadir,’’ terangnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan peserta agar tidak membawa barang-barang yang tidak perlu ke lokasi tes SKD. Peserta diminta tidak membawa barang-barang berharga seperti cincin, emas, HP dan lainnya.
‘’Silakan bawa alat tulis saja, KTP, kartu pendaftaran dan kartu deklarasi sehat. Itu syarat wajib,’’ tandasnya.

Sebanyak 7.843 peserta SKD CPNS Pemprov NTB wajib menunjukkan hasil swab PCR atau swab antigen negatif Covid-19. Peserta SKD CPNS melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2×24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1×24 jam dengan hasl negatif atau non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengkuti seleksi CASN tahun 2021.

Jumlah pelamar CPNS Pemprov NTB yang dinyatakan lulus seleksi administrasi sebanyak 7.843 orang. Mereka inilah yang berhak ikut tes SKD pada 23 September sampai 19 Oktober mendatang.

Sementara itu, terkait dengan passing grade SKD CPNS 2021, telah ditetapkan berdasarkan keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo Nomor 1023 Tahun 2021. Pelamar yang mendaftar pada penetapan kebutuhan umum harus memenuhi passing grade 65 untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU), dan 166 untuk tes karakteristik pribadi (TKP).

Passing grade TKP tahun ini meningkat dari passing grade tahun sebelumnya, yaitu 126. Perubahan nilai ambang batas dipengaruhi karena di tahun ini terdapat penambahan butir soal pada TKP yang semula 35 menjadi 45 soal. Sementara jumlah soal TWK sama dengan tahun sebelumnya yaitu 30 soal dan TIU 35 soal.

Namun, ketentuan passing grade ini dikecualikan bagi peserta yang mendaftar pada penetapan kebutuhan khusus. Bagi putra/putri lulusan terbaik berpredikat (cumlaude) dan diaspora, nilai kumulatif SKD paling rendah adalah 311 dan nilai TIU paling rendah 85.
Bagi penyandang disabilitas harus mencapai nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dengan TIU paling rendah 60. Sementara, bagi putra/putri Papua dan Papua Barat harus mencapai nilai kumulatif paling rendah 286 dan TIU paling rendah 60.

Pengecualian lainnya juga diberikan untuk jabatan-jabatan tertentu pada penetapan kebutuhan umum. Pada jabatan Dokter, Dokter Spesialis, Dokter Gigi, Dokter Gigi Spesialis, dan Dokter Pendidik Klinis, ditetapkan nilai kumulatif SKD paling rendah 311 dan nilai TIU paling rendah 80.
Jabatan lain yang diberi pengecualian adalah ABK, Rescuer, dan Pengamat Gunung Api. Pada jabatan tersebut nilai kumulatif SKD paling rendah 286 dan nilai TIU 70. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional