Tes Cepat Massal di LEM Tunjukkan Hasil Negatif

Petugas di LEM mengecek suhu tubuh pengunjung sebelum diizinkan masuk. Hal tersebut sebagai bagian dari penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19.(Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Lombok Epicentrum Mall (LEM) sebagai pusat perbelanjaan terbesar di Kota Mataram terus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Hal tersebut dilakukan salah satunya untuk mencegah penularan virus corona (Covid-19) dari para pengunjung.

Upaya tersebut terbukti efektif. Salah satunya terlihat dari hasil screening massal yang dilakukan dalam rangka Operasi Yustisi Polresta Mataram bersama TNI dan Dinas Kesehatan dan RSUD Kota Mataram, Sabtu, 16 Januari 2021.

Iklan

Direktur RSUD Kota Mataram, dr. Lalu Herman Mahaputra, menerangkan dari 30 orang yang menjalani rapid test antingen tersebut keseluruhan hasilnya menunjukkan negatif Covid-19. “Hasil yang terlapor sementara ke saya negatif. Sudah semuanya saya terima hasilnya,” ujarnya saat dihubungi, Rabu, 20 Januari 2021.

Tes cepat antigen secara acak dengan pengambilan sampel swab pengunjung LEM ditujukan untuk mengurangi rantai penyebaran virus. Selain itu kata dr. Jack, sapaan akrabnya, pemerintah ingin mencari kasus sebanyak mungkin, supaya tim gugus tugas bisa stressing dan treadment, sehingga puncak kasus penyebaran virus bisa ditemukan. Dengan begitu Kota Mataram diharapkan bisa cepat keluar dari pandemi. “Kalau ndak gitu akan susah,” ujarnya.

General Manager (GM) Lombok Epicentrum Mall (LEM), Salim Abdad, menerangkan sebagai bagian dari komunitas masyarakat pihaknya mendukung segala upaya pemerintah dalam menangani pademi Covid-19. Salah satunya dengan memfasilitasi kegiatan screening acak dengan rapid test antigen tersebut.

“Kami menyediakan tempat dan prasarananya. Karena selama pelaksanaan juga kami menjamin tidak dilakukan dalam bentuk pemaksaan atau represif, melainkan sukarela,” ujar Salim. Bahkan pihaknya juga mengajukan karyawal LEM dan penyewa untuk mengikuti rapid test massal tersebut.

“Jadi semuanya ikut. Selain pengunjung dan petugas juga, kita minta perwakilan karyawan mall dan penyewa,” sambungnya. Menurut Salim hal tersebut menjadi bagian dari upaya LEM mengedukasi masyarakat terkait screening awal Covid-19, terutama dengan rapid test antigen yang sempat dinilai menjadi momok di masyarakat.

“Ternyata setelah dilihat langsung oleh semua pengunjung yang datang, rapid test itu tidak sakit sama sekali. Tidak ada yang menjerit-jerit kesakitan atau menangis saat diambil sampel swab-nya. Waktu pelaksanaan di sini semuanya berjalan lancar,” jelasnya.

Di sisi lain, pihaknya bersyukur dari 30 sampel yang diambil dari pengunjung dan pegawai di LEM seluruhnya menunjukkan hasil negatif. Hal tersebut diharapkan menjadi representasi penerapan protokol kesehatan di LEM yang terus dipertahankan sejak pertama kali beraktivitas di tengah pandemi Covid-19.

“Kita selalu mempertahankan pengecekan suhu tubuh dan menyediakan tempat cuci tangan. Seluruh sarana umum yang ada di LEM juga kita semprot dengan disinfektan setiap hari, termasuk tanda-tanda physical distancing yang tetap dirawat dan sosialisasi terus-menerus untuk menjaga jarak,” ujar Salim.

Di sisi lain, pihaknya menyayangkan banyaknya berita hoaks yang muncul terkait rapid test massal di LEM tersebut. Beberapa di antaranya menyebutkan bahwa seluruh orang yang diambil sampelnya menunjukkan hasil negatif serta pengunjung mall wajib menunjukkan hasil rapid test jika ingin berkunjung.

“Kami cukup menyayangkan itu. Banyak berita hoaks juga yang mengatakan rapid test dilakukan dengan pemaksaan, dan rumah sakit penuh akibat pasien positif yang ditemukan di mall. Itu 100 persen salah. Dari hasil yang kami terima dari RSUD Kota Mataram, semua yang menjalani rapid test hari itu hasilnya negatif,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk rapid test massal tersebut LEM mengambil posisi sebagai pendukung pemerintah dalam upaya menangani pandemi. “Kami berusaha membantu apa yang bisa kami bantu, untuk sosialisasi dan edukasi. Pelaksanaan protokol kesehatan di sini juga selain untuk kepentingan kami, juga untuk kepentingan bersama,” tandas Salim. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional