Tes Cepat, KPU Kota Mataram Pastikan 725 Petugas Coklit Bebas Covid-19

Semua petugas PPDP KPU Kota Mataram yang akan melakukan Coklit dites cepat untuk memastikan mereka bebas Covid-19.(Suara NTB/ist)

Mataram  (Suara NTB) – KPU RI melalui surat edaran Nomor 540/PP.04.2-SD/01/KPU/VII/202 menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan tes cepat terhadap Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada serentak 2020, guna memastikan mereka bebas dari Covid-19.

KPU Kota Mataram sudah melakukan tes cepat terhadap 725  petugas PPDP yang akan melakukan coklit. Ketua KPU Kota Mataram, Husni Abidin yang dikonfirmasi mengatakan semua petugas yang diturunkan  untuk melaksanakan coklit data pemilih hingga 13 Agustus 2020 sudah mengikuti tes kesehatan dan tes cepat Covid-19 dengan hasil nonreaktif.

Iklan

“Jadi, masyarakat yang akan didatangi petugas coklit tidak perlu khawatir. Kami pastikan petugas Coklit dari KPU bebas dari Covid-19,” ujar Husni.
Husni menyampaikan, dalam proses pelaksanaan tes cepat tersebut, ada beberapa petugas yang memang hasilnya reaktif, dan ada pula petugas yang rnggan ikut tes cepat. Para petugas yang reaktif itu, tidak diikutkan untuk melaksanakan coklit, tetapi mereka akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Petugas yang tidak mau mengikuti tes cepat dan yang hasil tes cepatnya reaktif langsung kami ganti. Itu kami lakukan untuk memastikan petugas coklit yang turun ke lapangan, bebas dari Covid-19,” jelasnya.

Namun demikian, Husni belum bisa menyebutkan angka pasti berapa jumlah PPDP yang hasil tes cepat Covid-19 reaktif, dan berapa jumlah petugas yang tidak mau mengikuti tes cepat. “Data riilnya belum bisa kami sampaikan karena kemarin kami langsung ganti dan kami pastikan PPDP yang turun ke masyarakat mulai hari ini bebas Covid-19,” katanya.

Selain wajib menjalani tes cepat, 725 PPDP yang turun ke lapangan untuk melakukan coklit data pemilih dilengkapi dengan protokol kesehatan Covid-19, yakni menggunakan APD berupa masker, sarung tangan, dan pelindung wajah.

Menurut dia, sebanyak 725 PPDP yang diturunkan itu bertugas melakukan coklit faktual di lapangan, dengan mencoret calon pemilih di DP4 (daftar penduduk potensial pemilih pemilu) sebanyak 328.646 orang yang tidak memenuhi syarat. Pemilih yang tidak memenuhi syarat tersebut antara lain meninggal, warga negara asing (WNA), dan TNI/Polri. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here