Tes Cepat Covid-19 Lotim, 95 Orang Dinyatakan Reaktif

0
Ilustrasi Tes Cepat Covid-19 (PicosmosShows)

Selong (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) melakukan tes cepat terhadap 1.638 orang untuk mendeteksi penyebaran virus Corona (Covid-19). Dari 1.638 orang dilakukan tes cepat, sebanyak 95 dinyatakan reaktif Covid-19, di antaranya 4 tenaga kesehatan dan 12 tahanan Polres  Lotim.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lotim, Dr. H. Pathurrahman, M.Kes, Senin, 27 April 2020,  menjelaskan, rincian 95 orang yang dinyatakan reaktif tersebut terdiri atas, Klaster Gowa 34 orang, kontak erat Gowa 24 orang, klaster Jakarta 11 orang, klaster Madura 4 orang, klaster erat Madura 4 orang, tenaga kesehatan 4 orang, klaster Bali 1 orang, Lapas 1 orang, dan tahanan Polres Lotim 12 orang.  “Tes cepat ini dilakukan dari tanggal 1 sampai 26 April 2020 oleh Dikes Lotim,” terangnya.

IKLAN

Khusus untuk tes cepat terhadap tahanan di Polres dan warga binaan di Lapas dilaksanakan tanggal 20 April oleh Puskesmas Selong. Di Lapas Selong jumlah yang dilakukan tes cepat sebanyak 6 tahanan, namun 1 orang dinyatakan reaktif. Yang bersangkutan merupakan tahanan Kejari Lotim yang akan dititip ke Lapas Kelas IIB Selong. Namun sebelum masuk ke ruang tahanan, terlebih dahulu dilakukan tes cepat sehingga bagi yang reaktif langsung dibawa ke rusunawa. Kemudian 22 April tes cepat 38 orang tahanan di Polres, hasilnya 12 dinyatakan reaktif.

Terhadap tahanan-tahanan yang reaktif ini dibawa ke Rusunawa Labuhan Lombok. Di sana, mereka akan menjalani karantina dengan tetap sesuai prosedural penahanan sebagaimana mestinya serta dilakukan pengawasan dari kepolisian dan Dinas Kesehatan. Bagi yang sudah dinyatakan reaktif ini masuk dalam status Pasien Dalam Pengawasan (PDP). “Prosedur penahanan tetap diberlakukan. Dan saat ini PDP dirawat di Rusunawa dan RSUD R. Soedjono Selong,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Kabag Kesra Lotim ini mengimbau kepada masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran apabila pernah kontak erat dengan Klaster Gowa maupun klaster lainnya agar melaporkan diri petugas, sehingga pencegahan dan penanganan penularan penyakit berupa Covid-19 ini dapat dilakukan lebih dini. (yon)